Ilustrasi tangkapan layar antarmuka Google Cloud Console saat membuat OAuth Client ID untuk integrasi rclone dengan Google Drive

Cara Membuat Google API Client ID Sendiri untuk rclone

Secara default, rclone menggunakan Client ID bawaan yang dipakai bersama oleh seluruh pengguna rclone di seluruh dunia. Karena kuota Google Drive API dibagi oleh jutaan pengguna sekaligus, konfigurasi ini rentan menghasilkan error Quota exceeded — terutama pada folder dengan jumlah file besar atau interval sinkronisasi yang sering.

Artikel ini membahas cara membuat Google API Client ID sendiri secara gratis melalui Google Cloud Console, sehingga kuota API bersifat eksklusif untuk satu akun dan sinkronisasi menjadi jauh lebih stabil.

Artikel ini merupakan bagian dari seri konfigurasi rclone untuk sinkronisasi Google Drive di Debian 12. Langkah-langkah di sini dapat diterapkan pada platform lain yang menggunakan rclone.


Prasyarat

  • Akun Google (boleh sama atau berbeda dengan akun Google Drive tujuan sinkronisasi)
  • Browser di komputer Windows atau perangkat lain yang dapat mengakses Google Cloud Console
  • rclone sudah terinstall di server (untuk langkah otorisasi token)

Mengapa Perlu Client ID Sendiri?

Client ID Bawaan rcloneClient ID Sendiri
Kuota APIDibagi jutaan penggunaEksklusif satu akun
Risiko quota errorTinggiSangat rendah
Masa berlaku token7 hari (jika app Testing)6 bulan (jika app In production)
BiayaGratisGratis
Waktu setup~15 menit

Langkah 1 — Buka Google Cloud Console

Di browser, buka:

Login dengan akun Google. Akun ini akan menjadi pemilik project API — boleh sama atau berbeda dengan akun Google Drive yang digunakan untuk sinkronisasi.


Langkah 2 — Buat Project Baru

  1. Klik dropdown nama project di bagian kiri atas halaman
  2. Klik New Project
  3. Isi Project name: rclone-gdrive
  4. Klik Create
  5. Tunggu hingga project selesai dibuat
  6. Pastikan project aktif sudah berubah menjadi rclone-gdrive

Langkah 3 — Aktifkan Google Drive API

  1. Buka https://console.cloud.google.com/apis/library
  2. Cari Google Drive API
  3. Klik hasil pencarian, lalu klik Enable

Langkah 4 — Setup Google Auth Platform

  1. Di menu kiri, klik APIs & Services > OAuth consent screen (atau Google Auth Platform)
  2. Klik Get started
  3. Isi form:
    • App name: rclone-gdrive
    • User support email: pilih email yang digunakan
  4. Klik Next
  5. Pilih Audience: External, klik Next
  6. Isi Developer contact information dengan email yang digunakan
  7. Klik Next, lalu Create

Langkah 5 — Tambahkan Test User

Karena status app masih “Testing”, hanya email yang terdaftar sebagai test user yang dapat melakukan otorisasi.

  1. Di menu kiri, klik Audience
  2. Temukan bagian Test users, klik + Add Users
  3. Masukkan email akun Google Drive yang akan digunakan untuk sinkronisasi
  4. Klik Save

Penting: Email yang didaftarkan di sini harus sama dengan akun Google Drive tujuan sinkronisasi, bukan akun pemilik project (kecuali keduanya sama).


Langkah 6 — Publish App ke Production

Ini adalah langkah yang paling sering dilewatkan dan menjadi sumber masalah terbesar dalam jangka panjang.

Apa yang terjadi jika app dibiarkan di status Testing?

  • Refresh token hanya berlaku 7 hari
  • Setelah 7 hari, sinkronisasi berhenti otomatis
  • Log rclone akan dipenuhi error:
    invalid_grant: maybe token expired?
  • Otorisasi ulang harus dilakukan setiap minggu secara manual

Apa yang berubah setelah dipublish ke In production?

  • Refresh token berlaku 6 bulan
  • Token otomatis diperpanjang selama rclone aktif digunakan
  • Praktis tidak perlu otorisasi ulang lagi

Apakah ada risiko mempublish app?

Untuk penggunaan pribadi, tidak ada risiko. App tetap sepenuhnya milik akun sendiri, hanya pemilik Client ID yang dapat menggunakannya, dan verifikasi Google hanya diperlukan jika app digunakan oleh lebih dari 100 user berbeda.

Cara publish:

  1. Di menu kiri, klik Audience
  2. Temukan bagian Publishing status — status saat ini tertulis Testing
  3. Klik Publish App (atau Push to production)
  4. Konfirmasi pada popup yang muncul

Status akan berubah menjadi In production.


Langkah 7 — Buat OAuth Client ID

  1. Di menu kiri, klik Clients (atau Credentials)
  2. Klik + Create Client (atau Create OAuth client)
  3. Pilih Application type: Desktop app
  4. Isi Name: rclone
  5. Klik Create

Langkah 8 — Simpan Client ID dan Client Secret

Popup akan menampilkan dua nilai berikut:

  • Client ID — format:
    XXXXXXXXXX-XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX.apps.googleusercontent.com
  • Client Secret — format:
    GOCSPX-XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Salin keduanya dan simpan di tempat aman secara permanen — misalnya password manager atau file terenkripsi. Keduanya dibutuhkan setiap kali perlu melakukan otorisasi ulang rclone.


Langkah Berikutnya

Client ID dan Client Secret yang sudah didapatkan digunakan pada dua langkah berikutnya dalam proses konfigurasi rclone:

  1. Mendapatkan token Google Drive dari Windows — menjalankan rclone authorize "drive" "CLIENT_ID" "CLIENT_SECRET" di CMD Windows untuk mendapatkan token otorisasi
  2. Konfigurasi rclone di server — memasukkan Client ID, Client Secret, dan token saat menjalankan rclone config di server Debian

Detail kedua langkah tersebut dibahas di artikel utama seri ini: Install dan Konfigurasi rclone untuk Sinkronisasi Google Drive di Debian 12.


Ringkasan Langkah

LangkahAksi
1Buka Google Cloud Console, login
2Buat project baru: rclone-gdrive
3Aktifkan Google Drive API
4Setup OAuth consent screen (External, app name: rclone-gdrive)
5Tambahkan test user (email Google Drive tujuan sync)
6Publish app ke In production
7Buat OAuth Client ID (Desktop app, name: rclone)
8Simpan Client ID dan Client Secret

Referensi


Catatan Penutup

Artikel ini disusun berdasarkan pengujian langsung pada Google Cloud Console. Tampilan antarmuka Google Cloud Console dapat berubah sewaktu-waktu, tetapi alur dan opsi yang dibutuhkan umumnya tetap tersedia di lokasi yang sama.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *