{"id":3310,"date":"2026-04-30T13:55:55","date_gmt":"2026-04-30T13:55:55","guid":{"rendered":"https:\/\/rri.my.id\/?p=3310"},"modified":"2026-04-30T13:55:56","modified_gmt":"2026-04-30T13:55:56","slug":"call-of-duty-4-modern-warfare-kisah-lengkap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rri.my.id\/index.php\/2026\/04\/30\/call-of-duty-4-modern-warfare-kisah-lengkap\/","title":{"rendered":"Call of Duty 4: Modern Warfare \u2014 Kisah Lengkap"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"prolog-sebelum-semuanya-pecah\">Prolog: Sebelum Semuanya Pecah<\/h2>\n\n\n\n<p>Ada yang salah dengan dunia ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan salah yang bisa ditunjuk dengan jari. Bukan salah yang ada di headline koran atau dalam pidato para pemimpin yang berdiri di podium dengan dasi mahal dan kata-kata yang lebih mahal lagi. Tapi salah yang terasa \u2014 di udara, di keheningan antara berita, di mata orang-orang yang sudah terlalu lama melihat terlalu banyak.<\/p>\n\n\n\n<p>Tahun 2011. Dan dunia sedang berjalan ke arah tebing dengan mata terbuka.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Timur Tengah, sebuah negara kecil yang tidak ada di pikiran kebanyakan orang sedang bergolak dari dalam. Di Rusia, ada pria yang duduk di sudut gelap sejarah \u2014 menunggu, merencanakan, membenci dengan kesabaran yang hanya dimiliki oleh mereka yang dendamnya sudah berumur lebih dari satu dekade.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan di suatu tempat di Atlantik, di atas kapal cargo yang dihantam badai, seorang prajurit muda baru saja bergabung dengan unit yang namanya tidak ada di papan organisasi resmi manapun.<\/p>\n\n\n\n<p>Namanya <strong>John MacTavish.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tapi semua orang memanggilnya <strong>Soap.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dia belum tahu \u2014 tidak ada yang pernah tahu di awal \u2014 bahwa malam itu adalah malam pertama dari perjalanan yang akan mengubahnya menjadi sesuatu yang belum ada namanya. Bukan pahlawan. Bukan mesin perang. Sesuatu di antaranya, di tempat yang tidak punya nama, yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang pernah berada di sana.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"bagian-i-eksekusi-di-depan-dunia\">Bagian I: Eksekusi di Depan Dunia<\/h2>\n\n\n\n<p>Di sebuah lapangan di negara yang namanya tidak penting \u2014 karena tragedi tidak membutuhkan nama untuk menjadi nyata \u2014 seorang pria digiring dengan tangan terikat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Presiden Al-Fulani.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dia bukan tokoh besar dalam cerita ini. Tidak akan ada monumen untuknya, tidak akan ada hari berkabung nasional yang benar-benar dirasakan oleh dunia. Tapi dia adalah manusia. Dengan napas. Dengan mungkin \u2014 hampir pasti \u2014 pikiran tentang orang-orang yang dia tinggalkan malam itu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Khaled Al-Asad<\/strong> berdiri di hadapannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pria kudeta. Pria yang semalam masih tidak ada di radar siapapun, dan pagi ini sudah menguasai negara dengan kekerasan yang efisien dan tanpa nurani. Di sekelilingnya tentara-tentara yang semangatnya lebih mirip massa daripada militer \u2014 riuh, panas, penuh dengan energi yang paling berbahaya di dunia: keyakinan tanpa pertanyaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kamera dinyalakan.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Karena pembunuhan yang tidak disaksikan tidak cukup dramatis untuk tujuan-tujuan tertentu.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Al-Asad mengangkat senjatanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Satu tembakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan di depan seluruh dunia yang menyaksikan \u2014 di layar-layar televisi, di smartphone-smartphone, di ruang-ruang situasi para pemimpin yang baru saja memutuskan kopi pagi mereka tidak lagi terasa sama \u2014 Presiden Al-Fulani mati.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Bukan awal perang. Hanya percikan pertamanya.<\/em><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"bagian-ii-kapal-badai-dan-pelajaran-pertama\">Bagian II: Kapal, Badai, dan Pelajaran Pertama<\/h2>\n\n\n\n<p>Sementara dunia bereaksi dengan cara dunia selalu bereaksi \u2014 dengan kecaman, dengan rapat darurat, dengan kata-kata keras yang tidak punya gigi \u2014 <strong>Price dan Soap sudah bergerak.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kapal cargo di Atlantik. Badai di luar. Musuh di dalam.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kapten John Price<\/strong> \u2014 kumis tebal, topi baret, mata yang sudah menyimpan terlalu banyak hal yang tidak bisa diceritakan di meja makan manapun \u2014 tidak memberi Soap orientasi yang panjang. Tidak ada briefing motivasional. Tidak ada tepukan di bahu dan kata-kata tentang kehormatan dan keberanian.<\/p>\n\n\n\n<p>Hanya perintah. Hanya gerak. Hanya malam yang harus dijalani satu langkah demi satu langkah.<\/p>\n\n\n\n<p>Soap belajar satu hal di atas kapal itu yang tidak akan pernah dia pelajari di tempat latihan manapun:<\/p>\n\n\n\n<p><em>Kapan harus berpikir dan kapan harus berhenti berpikir dan hanya bergerak.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Mereka mendapatkan intel yang mereka butuhkan. Kapal itu tenggelam \u2014 karena kapal-kapal dalam misi seperti ini selalu tenggelam, selalu berakhir dengan seseorang berenang di air yang tidak mau bersahabat.<\/p>\n\n\n\n<p>Soap berenang.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itulah satu-satunya pilihan yang tersisa.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"bagian-iii-nama-yang-seharusnya-sudah-mati\">Bagian III: Nama yang Seharusnya Sudah Mati<\/h2>\n\n\n\n<p>Intel dari kapal itu membuka pintu yang lebih baik dibiarkan tertutup.<\/p>\n\n\n\n<p>Di balik Al-Asad \u2014 di balik kudeta, di balik kekacauan yang sedang terbakar di layar-layar televisi seluruh dunia \u2014 ada sebuah nama.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Imran Zakhaev.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ultranasionalis Rusia. Pria yang percaya bahwa keruntuhan Uni Soviet bukan hanya kekalahan geopolitik \u2014 itu adalah penghinaan kosmik yang harus dibalas dengan mata yang sepadan. Pria yang visinya tentang kejayaan Rusia dibangun di atas fondasi yang terbuat dari tulang orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan Price mengenal nama itu lebih dari yang ingin dia akui.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena <strong>lima belas tahun sebelumnya<\/strong>, Price-lah yang hampir mengakhirinya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p>Pripyat. Kota hantu. Bayangan Chernobyl yang masih bisa dirasakan di udara bagi mereka yang cukup tahu untuk merasakannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Price muda berbaring tak bergerak di bawah salju selama berjam-jam. Tidak ada yang tahu berapa lama tepatnya \u2014 Price sendiri mungkin tidak ingat, karena ada jenis waktu yang berhenti terasa seperti waktu ketika kamu cukup dingin dan cukup fokus dan cukup bertekad.<\/p>\n\n\n\n<p>Menunggu. Membidik. Bernapas pelan.<\/p>\n\n\n\n<p>Zakhaev muncul.<\/p>\n\n\n\n<p>Peluru melesat.<\/p>\n\n\n\n<p>Zakhaev jatuh.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Tapi tidak mati.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Lengannya putus. Darahnya mengalir di salju yang putih dengan warna yang terlalu nyata. Tapi jantungnya masih berdetak. Dan kadang-kadang \u2014 kadang-kadang yang paling berbahaya \u2014 yang tersisa dari seseorang setelah hampir mati justru adalah versi yang lebih gelap, lebih keras, lebih tidak bisa dihentikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Zakhaev selamat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan dendamnya tumbuh selama lima belas tahun dengan sabar yang menakutkan \u2014 dipelihara, diberi makan, dijaga dengan cermat seperti api yang tidak boleh padam.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Sekarang api itu punya tangan. Tangan bernama Al-Asad. Tangan yang baru saja mengeksekusi seorang presiden di depan kamera.<\/em><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"bagian-iv-kota-yang-menjadi-kuburan\">Bagian IV: Kota yang Menjadi Kuburan<\/h2>\n\n\n\n<p>Pasukan Amerika dikirim ke Timur Tengah.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka datang dengan kekuatan penuh. Dengan keyakinan yang dimiliki oleh militer terbesar di dunia ketika masuk ke konflik yang mereka pikir sudah mereka pahami. Jalan-jalan kota dipenuhi oleh pertempuran yang brutal dan personal \u2014 rumah demi rumah, sudut demi sudut, dengan setiap maju satu meter terasa seperti negosiasi dengan kematian.<\/p>\n\n\n\n<p>Soap dan Price menyusup dari sisi yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Al-Asad ada di suatu tempat dalam kota itu. Jaringannya ada di mana-mana. Dan waktu \u2014 seperti selalu dalam misi-misi seperti ini \u2014 tidak mau bersabar.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu langit berubah.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan secara metafora.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bom nuklir taktis meledak.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tidak ada peringatan yang cukup. Tidak ada hitungan mundur yang dramatis. Hanya cahaya yang terlalu terang, gelombang yang terlalu kuat, dan kemudian \u2014<\/p>\n\n\n\n<p>Diam.<\/p>\n\n\n\n<p>Ribuan tentara Amerika mati dalam hitungan detik. Pria-pria yang pagi itu masih menulis surat untuk keluarganya. Pria-pria yang masih punya rencana \u2014 untuk pulang, untuk menikah, untuk menyelesaikan hal-hal kecil yang selalu ditunda karena selalu ada waktu nanti.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak ada waktu nanti untuk mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Soap selamat \u2014 dengan margin yang terlalu tipis untuk dijelaskan dengan logika apapun selain keberuntungan yang tidak dia minta dan tidak layak dia rasakan sendiri. Dia merangkak keluar dari reruntuhan dengan tubuh yang masih hidup tapi pikiran yang belum sepenuhnya memproses apa yang baru saja terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Langit berwarna abu. Tanah berwarna abu. Semua yang pernah berdiri di sini berwarna abu.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Dan di dalam abu itu, terkubur bersama ribuan nyawa yang baru saja padam, adalah ilusi bahwa mereka sudah memahami musuh yang mereka hadapi.<\/em><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"bagian-v-lelaki-di-vila\">Bagian V: Lelaki di Vila<\/h2>\n\n\n\n<p>Al-Asad tidak mati dalam ledakan itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu tidak \u2014 orang yang menyalakan sumbu tidak berdiri di dekat bom.<\/p>\n\n\n\n<p>Price menemukannya di sebuah vila di Azerbaijan. Tidak ada duel dramatis. Tidak ada konfrontasi yang layak dikenang. Hanya Price yang masuk, Price yang mencengkeram, Price yang menginterogasi dengan cara-cara yang tidak ada dalam manual resmi manapun.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan Al-Asad \u2014 di bawah tekanan yang tidak memberi ruang untuk kebohongan \u2014 memberikan satu nama terakhir sebelum semuanya berakhir untuknya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Zakhaev.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Selalu Zakhaev. Seperti semua jalan yang cukup panjang dan cukup gelap pada akhirnya bermuara ke tempat yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Al-Asad bukan pemimpin. Dia tidak pernah pemimpin. Dia adalah alat \u2014 pemantik yang dipakai sekali lalu dibuang. Dan dia sudah dibuang jauh sebelum Price tiba, hanya saja dia belum tahu.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Begitulah cara orang-orang seperti Zakhaev bekerja. Mereka tidak membangun kesetiaan. Mereka membeli kegunaan. Dan ketika kegunaannya habis, orangnya ikut habis.<\/em><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"bagian-vi-perlombaan-di-ujung-dunia\">Bagian VI: Perlombaan di Ujung Dunia<\/h2>\n\n\n\n<p>Zakhaev menguasai <strong>dua silo rudal nuklir<\/strong> di kedalaman tanah Rusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan sebagai gertakan. Bukan sebagai negosiasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia benar-benar akan meluncurkannya. Ke pantai timur Amerika. Ke jutaan orang yang tidak tahu nama Zakhaev, tidak tahu Pripyat, tidak tahu tentang lengan yang putus di bawah salju lima belas tahun lalu \u2014 dan tidak seharusnya harus membayar harga untuk semua itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Soap dan tim menyusup ke dalam fasilitas itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Alarm. Hitung mundur. Koridor yang panjang dan musuh yang tidak berhenti datang.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Dalam situasi seperti ini, waktu tidak lagi terasa seperti konsep abstrak. Setiap detik punya berat. Punya tekstur. Punya konsekuensi yang bisa dihitung dalam satuan nyawa.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Satu menit tersisa.<\/p>\n\n\n\n<p>Soap mencapai konsol.<\/p>\n\n\n\n<p>Jari-jarinya bergerak.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Peluncuran dihentikan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dua rudal yang sudah terlanjur mengudara dihancurkan sebelum mencapai target.<\/p>\n\n\n\n<p>Dunia tidak berguncang. Tidak ada sirine perayaan. Tidak ada yang tahu betapa dekatnya malam itu.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Kebanyakan bencana terbesar yang tidak terjadi dalam sejarah tidak diketahui oleh siapapun kecuali segelintir orang yang terlalu lelah untuk merayakannya.<\/em><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"bagian-vii-jembatan--lima-menit-terakhir\">Bagian VII: Jembatan \u2014 Lima Menit Terakhir<\/h2>\n\n\n\n<p>Tapi Zakhaev tidak mati bersama rencananya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pelarian, konvoi mereka dihadang. Kendaraan meledak. Jembatan menjadi perangkap \u2014 di depan musuh, di belakang kehancuran, di atas air yang tidak peduli siapa yang jatuh ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Satu per satu, rekan-rekan Soap tumbang.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan secara dramatis. Bukan dengan kata-kata terakhir yang puitis. Begitulah cara orang mati dalam perang yang sesungguhnya \u2014 tiba-tiba, tanpa persiapan, di tengah kalimat yang tidak sempat diselesaikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Soap terluka. Jatuh. Pandangannya kabur di tepi jembatan itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Zakhaev berjalan mendekat.<\/p>\n\n\n\n<p>Pria dengan satu lengan yang sudah hidup selama lima belas tahun dengan dendam sebagai kompas hidupnya. Yang sudah membangun jaringan, membakar kota, membunuh ribuan orang \u2014 semua demi visi tentang dunia yang tidak pernah benar-benar ada dan tidak seharusnya ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia mengangkat senjatanya ke arah Soap.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan Price \u2014 <strong>Price yang tergeletak berdarah di aspal jembatan itu, Price yang seharusnya sudah tidak punya cukup kesadaran untuk melakukan apapun<\/strong> \u2014 mendorong pistolnya ke arah Soap.<\/p>\n\n\n\n<p>Satu gerakan terakhir. Satu keputusan terakhir dari pria yang sudah menghabiskan hidupnya membuat keputusan-keputusan yang tidak ada orang lain yang mau membuat.<\/p>\n\n\n\n<p>Soap meraih pistol itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Tangannya gemetar.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi tangannya bergerak.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Zakhaev mati.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p>Helikopter datang. Pasukan berdatangan. Dunia diselamatkan \u2014 meski dunia tidak akan pernah tahu, tidak akan pernah benar-benar tahu, apa yang terjadi di atas jembatan kecil yang tidak ada namanya di peta itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Soap diselamatkan. Hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan <strong>Price<\/strong> \u2014 pria yang selama dua puluh tahun membawa pekerjaan yang tidak punya nama resmi dan tidak punya pensiun yang layak \u2014 <strong>ditangkap.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bukan oleh musuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh sistem yang sama yang pernah mengirimnya ke Pripyat. Yang memerintahkannya ke kapal cargo. Yang butuh tangannya ketika dunia dalam bahaya dan butuh jaraknya ketika bahaya sudah berlalu.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak ada pengadilan. Tidak ada pembelaan. Hanya jeruji dan keheningan dan nama yang perlahan hilang dari semua database yang pernah mencatatnya sebagai aset.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Begitulah cara dunia membalas jasa orang-orang yang terlalu tahu terlalu banyak.<\/em><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"epilog-satu-nama-yang-tersisa\">Epilog: Satu Nama yang Tersisa<\/h2>\n\n\n\n<p>Soap keluar dari semua itu dengan nyawa dan bekas luka yang tidak semuanya bisa dilihat mata.<\/p>\n\n\n\n<p>Zakhaev mati. Ancaman nuklir berhasil dihentikan. Secara teknis \u2014 ini adalah kemenangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi Price di balik jeruji.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan di suatu tempat di dunia, seorang pria yang belajar segalanya dari Zakhaev \u2014 yang mengambil dendamnya, ideologinya, kebenciannya, dan menyulingnya menjadi sesuatu yang lebih dingin dan lebih sistematis dan lebih berbahaya \u2014<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Vladimir Makarov<\/strong> membuka matanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Gurunya sudah mati.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Muridnya baru saja mulai.<\/em><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide\"\/>\n\n\n\n<p><em>Inilah Modern Warfare 1 \u2014 bukan tentang kemenangan besar dan parade. Tapi tentang orang-orang yang membayar harga tertinggi untuk dunia yang bahkan tidak tahu ada tagihan yang harus dibayar.<\/em> <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prolog: Sebelum Semuanya Pecah Ada yang salah dengan dunia ini. Bukan salah yang bisa ditunjuk dengan jari. Bukan salah yang ada di headline koran atau dalam pidato para pemimpin yang berdiri di podium dengan dasi mahal dan kata-kata yang lebih mahal lagi. Tapi salah yang terasa \u2014 di udara, di keheningan antara berita, di mata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3311,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_import_markdown_pro_load_document_selector":0,"_import_markdown_pro_submit_text_textarea":"","footnotes":""},"categories":[44,45],"tags":[],"class_list":["post-3310","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-game","category-story"],"blocksy_meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rri.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3310","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rri.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rri.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rri.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rri.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3310"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/rri.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3310\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3312,"href":"https:\/\/rri.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3310\/revisions\/3312"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rri.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3311"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rri.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3310"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rri.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3310"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rri.my.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3310"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}