Vaksinasi Anak Usia 5-11 Tahun, Pendidik Jangan Balik ke Era Jadul

  • Whatsapp


RRI.MY.ID – Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berencana untuk menerbitkan emergency use authorization (EUA) untuk pemberian vaksin Covid-19 usia 5-11 tahun. Hal ini pun diyakini dapat mendorong pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Bacaan Lainnya

Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji pun mengatakan bahwa apabila vaksinasi tersebut dilaksanakan, sebaiknya pembelajaran jangan lagi kembali ke era sebelum pandemi.

“Jangan sampai yang dipikirkan itu kita akan kembali ke 2019 di mana pembelajarannya masih jadul dan tradiosional,” tutur dia ketika dihubungi RRI.MY.ID, Minggu (31/10).

Kata dia, kesenjangan jaringan infrastruktur serta ekonomi jangan dijadikan alasan untuk berhenti mengembangkan pembelajaran digital. Pasalnya, era pun sudah berkembang ke arah serba teknologi.

“Semua orang atau pendidik takutnya masuk ke masa 2019 lagi. Itu harus kita cegah, jangan karena itu jadi terhambat pengembangan teknologi, apalagi menterinya jago digital,” terang dia.

Namun untuk vaksinasi anak yang berada di usia pendidikan dasar itu juga perlu uji efikasi dan mendapat rekomendasi dari World Health Organization (WHO). Dirinya tidak menginginkan anak terkena efek samping dari vaksinasi tersebut, terlebih jika dipaksakan.

“Apakah ada efek sampingnya. Pertumbuhan mereka, kita belum tau. Jangan sampai menyia-nyiakan kehidupan anak,” pungkas dia.





Sumber : https://www.RRI.MY.ID/nasional/pendidikan/31/10/2021/vaksinasi-anak-usia-5-11-tahun-pendidik-jangan-balik-ke-era-jadul/

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *