Direktur TV Lokal Bondowoso Sebar Konten Provokatif untuk Cari Uang, Keuntungannya Nggak Main-main!

  • Whatsapp



RRI.MY.ID – Polisi akhirnya mengungkap sosok direktur televisi swasta lokal di Jawa Timur terkait postingan hoaks dan SARA.

Pria bernama Arif Zainurrohman merupakan direktur tv lokal di Bondowoso, Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Arief ditangkap bersama kedua orang lainnya yang bertindak sebagai editor dan pengisi suara.

Polda Metro Jaya menegaskan Arief Zainurrohman ditangkap terkait unggahannya di akun YouTube Aktual TV yang berisi hoaks dan SARA.

Meski begitu, Polda Metro tidak memungkiri bahwa tersangka memang juga bekerja sebagai direktur tv lokal di Bondowoso, Jawa Timur.

Arief mengunggah konten hoaks dan SARA melalui YouTube Aktual TV dan tidak terdaftar di Dewan Pers.

Selain Arief, dua orang lainnya yakni Muzzamil berperan sebagai editor video dan Fandi berperan sebagai pengisi suara konten berita YouTube.

Ketiga tersangka dijerat dengan undang-undang ITE pasal 14 dan KUHP pasal 28 dengan ancaman kurungan penjara 10 tahun.

Polisi menyebut para pelaku memproduksi konten provokatif demi meraup keuntungan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat mengatakan dalam kurun waktu 8 bulan, tersangka telah mendapat keuntungan dari ratusan konten yang diunggah di YouTube-nya.

Keuntungan yang diraup cukup menggiurkan, kurang lebih 1,8 hingga 2 miliar rupiah.

Sementara itu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menegaskan bahwa Aktual TV bukanlah produk jurnalis televisi, namun sebuah konten media sosial.

Artikel ini bisa dilihat di :

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=rlbFOUZdzwM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

28 Komentar

  1. Laporin saja itu Akun2 yg pada buat hoax dan penyebar fitnah kebencian sara , bila banyak org yg lapor akun tsb akan ditinjau ulang oleh aplikasi bahkan dibened bahkan diblokir total dicoba saja

  2. Kita ucapkan :
    Untuk Aparat kepolisian.. selamat atas keberhasilan nya.. tetap sangat bertugas .
    Untuk pembuat hoax.. selamat dapat penginapan gratis di sel penjara..

  3. Berarti selama 8 bulan kemarin hanya diamati dan dibiarkan gitu? Oh, gak kebayang dampak buruk dari produk2 hoax-nya.
    Sejauh ini Kemana aja aparat setempat ya?