BREAKING NEWS – Jadi Tersangka, KPK Tahan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

  • Whatsapp



Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas TV.

Sahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.RRI.MY.ID

Bacaan Lainnya

Media sosial Kompas TV:
Facebook:
Instagram:
Twitter:
LINE:

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=bmznxMqHvn0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

47 Komentar

  1. Pusing lihatnya pada rakus banget sama uang walau ribuan maling uang negara sdh tertangkap msh jg gak ada takutnya…akibat memilih pejabat dasarnya setoran dan rekam jejak kriminal selamat kalian berkumpul dengan para maling uang negara lainnya.

  2. Pemerintah tdk mau mendengarkan aspirasi masyarakat klo hukuman bagi korupsi hrs dinaikan menjadi 15 thn putusan Hakim dan tdk perlu lg bela2.jgn sampai meraja lela di republik ini.

  3. Tdk sadar bpk nya sdh tersangkah koropsi' ini anaknya juga jdi begini. Sungguh rakus manusia seperti ini. Sdh kaya raya masih saja maling uang rakyat. Hukum kan berat2 bila perlu hukum mati. Biar kedepanya pejabat2 mau jerah.

  4. mantap kpk ott nya ga nanggung2. /// coba tuh yg waktu itu akting drama pake makam + lilin malem2 sambil nangis2 seolah2 kpk dilemahkan hahaha. kok ga ngebacot lagi ya? wkwkw. gimana presenter + 2 musyisyi senja, kok ga ngebacot lagi? wkwkwk. lucu bgt update story ig seolah2 mengatasnamakan "kritis" dlm berpikir tapi sekarang malah salah kira wkwkwk.

  5. Ini akibat ongkos politik mahal, terlalu mahal biaya yg harus di sediakan, belum bicara lagi mahar partai, belum lagi biaya kampanye dll. Jadi dari mana sumber nya untuk ganti ongkos politik yg begitu besar kalau tidak korupsi atau menggerogoti APBD nya untuk kembali biaya yg sudah di keluarkan, bayangkan saja mau maju kepala daerah saja harus siap 50 M s/d 100 M? Jadi rakyat harus cerdas untuk memilih jangan memilih hanya karena ada uang nya, bnyak pemimpin yg cerdas tdk didukung hanya tdk memiliki dana yg cukup.

  6. MUl diwakili ANWAR'ABAS b3rfatwa bahwa ATATURK bapak bangsa TURKl se'sat/mislead 👳👹MUl sama saja mengh'aramkan TURKl ATATURK ❗👻Anwar'abas h1na negara mus'lim TURKl👿catch anwar r4dikaIis❓🐫👳

  7. Pejabat ditangkap karena korupsi itu biasa saja, memang msh ada pejabat yg bersih dari Korupsi di Negeri ini ???
    Hanya ada yg ketangkap ada yg belum msh nunggu giliran nasib sial saja….karena keterbatasan aparat tdk mungkin sekali tangkap semua..🤣🤣🤣

  8. Ini bapak dan anak kelakuan sama saja.Klo mau KPK usut aja semua kabupaten2 di seluruh Indonesia,para kepala daerah & the genk(DPRD,kepala2 dinas)modus & mainannya semua sama begitu.Bahkan pada saat kampanye pilkada, ada calon bupati yg dg pede nya ngaku di bekingi bos2 kaya raya.pada saat pemilihan rakyat di jejali uang, dan yg terjadi terpilih lah pemimpin2 boneka yg kotor & korup dg proyek-proyek yg tdk berkualitas.Pemimpin yg jujur & berkualitas tersingkirkan dg suap & fitnah.Realita demokrasi di Indonesia,memprihatinkan!!

  9. Sebelum jd pejabat apapun jabatannya pelajari dulu seluruh UU yg berlaku termasuk UU TP Pemberantasan Korupsi,UU ttg Gratifikasi agar tahu perbuatan apa saja yg termasuk tindak pidana korupsi dan tindak pidana gratifikasi.Harusnya para Advocat tdk mau membela org2 yg didakwa mekakukan TP Korupsi dan honor para advocat dibayar dr uang rakyat yg dikorup oleh para koruptor tsb.

  10. Mestinya tersangka koropsi saat jumpa pers di samakan perlakuanya seperti tersangka maling… Maling sj di hadapkan ke kamera bukan membelakangi kamera… Apa memang menurut KPK mereka lebih terhormat di banding maling ayam yach….

  11. Dari beberapa kasus korupsi di Indonesia, tindakan- tindakan tercela mereka melibatkan keluarga. (Misal: suami-istri, bapak-anak, Ibu-anak, dsb). Ini suatu bukti bahwa jika para koruptor dihukum mati, maka kurang efektif. Karena hanya melibatkan 'si pelaku' saja untuk dijerat secara hukum. Bagaimana kalau hukuman matinya juga diberlakukan terhadap satu keluarga/ rumahtangga mereka juga? Sebab secara tidak langsung, keluarga si pelaku juga menikmati hasil korupsi, bukan? Tanpa banyak bertanya dari mana datangnya uang. Yang penting mereka menikmati uang korupsinya tersebut. Sekalipun alasannya mereka tidak tahu datangnya dari mana. Tetapi, karena itulah mereka dianggap bersekongkol!! Memanglah tampaknya kejam dan melanggar HAM. Tetapi itulah yang dimulai di China dalam rangka pemberantasan korupsi sejak zaman Zhurong ji, sehingga pihak keluarga menjadi pengawas utama untuk selalu mengingatkan terhadap suami, istri, anak mereka yang memegang jabatan agar jangan salah langkah. Makanya, sejak itu para pelaku korupsi di China banyak berkurangan, karena bisa dilaporkan oleh keluarganya. Sebab keluarga tidak mau dituduh terlibat dan dijerat hukuman yang sama. (Tetapi di Indonesia lain, bukan? Anak atau istri si koruptor malah tampaknya hidup bergaya mewah. Seakan- akan tidak mau tahu, dari mana datangnya uang untuk membiayai gaya hidup tersebut. Juga, kita bisa lihat ketika keluarga koruptor mengunjungi si pelaku ketika ditahan…dan tampaknya tidak mempengaruhi gaya hidup mereka sama sekali, yang bahkan tampak masih mewah dan menganggap kalau dihukum adalah biasa- biasa saja. Seakan- akan cuma "Lagi sial," ketahuan!!). Adapun kasus- kasus korupsi yang masih berlaku di China adalah yang tidak ketahuan keluarga, karena si pelaku biasanya bersenang- senang dengan 'simpanan' mereka untuk menikmati hasil korupsinya. Tetapi jika diketahui…, juga dihukum mati!! Untuk biaya hukuman matinya, maka dikompensasikan dari organ tubuh si pelaku yang 'dipreteli' untuk dijadikan donor terhadap orang lain yang membutuhkannya. Sadis? Kejam? Itulah di China, memang tidak mau rugi sama sekali, termasuk untuk harga sebutir peluru dan biaya makan si pelaku selama ditahan sebelum dihukum mati…. 🤣🤣🤣. Bagaimana yah, kalau dilakukan yang sama di Indonesia?

  12. Negara tercinta ini,,Indonesia..kalau wakil kita di DPR tidak berani membuat UU koruptor di hukum mati…yah beginilah akan terus berlanjut koruptor di negeri ini…ya sudahlah biar koruptor senang tinggal di negeri ini…hukum nya jangan berat2 pak hakim..kasihan dia…