Wakil Ketua MPR Tekankan Pentingnya Hadirkan Moderasi Beragama 

  • Whatsapp


RRI.MY.ID Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyampaikan pentingnya pemahaman dan praktek moderasi beragama bagi para pemuda, mahasiswa, dan apalagi aktivis Lembaga Dakwah di kampus. 

Bacaan Lainnya

Terlebih dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, maka para pemuda, mahasiswa dan aktivis dakwah di kampus, bisa dengan mudah mendapatkan fatwa keteladanan, bagaimana para Pemuda peserta Konggres Pemuda ke II yang sepakati dan ikrarkan Sumpah Pemuda mempunyai komitmen berbangsa dengan pemahaman beragama yang moderat. 

Terbukti di RRI.MY.ID mereka ada yang berlatar organisasi keagamaan seperti Jong Islamiten Bond yang mewakili pemuda Islam dan Katholieke Jongenlingen Bond yang mewakili pemuda Katolik. Dengan moderasi keagamaan itu mereka bergabung bersama rekan-rekannya dan terlibat aktif dalam upaya kolektif yang kemudian menghasilkan kesepakatan monumental dan menjadi tonggak kemerdekaan Negara dan Bangsa Indonesia yaitu Sumpah Pemuda. 

“Sejak dulu sikap hidup moderat umat beragama di Indonesia sudah dijalankan oleh para pemuda dan mahasiswa. Dari latar yang beragam, mereka teguh menjalankan agamanya, sekaligus saling menghormati/toleran, dan secara inklusif bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita bersama; Indonesia merdeka,” ujar HNW di hadapan ratusan mahasiswa se-Indonesia pada acara Dialog Publik Nasional dengan tema Mahasiswa Sebagai Pelopor Moderasi Beragama di Kampus yang diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Nasional, Jumat (29/10/2021). 

Acara berlangsung secara hybrid di kampus Universitas Pattimura, Ambon, dan turut dihadiri oleh Rektor Universitas Pattimura Prof Dr MJ Sapteno, SH. MH. 

Hidayat yang juga Wakil Ketua Majelis Syura PKS  menjelaskan, dalam konstitusi Indonesia, beragama adalah sikap yang legal, konstitusional, dan bahkan menjadi pilar kemerdekaan Indonesia yang disepakati oleh Panitia 9.

Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 terdapat pengakuan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. 

Adapun sembilan tokoh yang tergabung dalam Panitia Sembilan itu telah memberikan keteladanan bahwa sebagai aktivis, terpelajar, dan umat beragama, mereka mampu menghadirkan kompromi dengan laku keagamaan yang moderat sehingga bisa menyepakati Piagam Jakarta. Yaitu Pembukaan UUD 45 yang di dalamnya ada 4 tujuan berbangsa dan bernegara serta dasar negara Pancasila. 

Latar mereka sebagai tokoh bangsa dari umat Islam maupun Kristiani yang moderat memungkinkan mereka menyepakati cita-cita Indonesia Merdeka serta Dasar Negara, yang mereka tuangkan dalam Piagam Jakarta dan menjadi Pembukaan UUD 1945. Hasil kesepakatan tersebut sarat nilai keagamaan yang moderat sekaligus nilai kebangsaan dan kemanusiaan yang berkemakmuran, keadilan dan perdamaian.





Sumber : https://RRI.MY.ID/wakil-ketua-mpr-tekankan-pentingnya-hadirkan-moderasi-beragama

Pos terkait

Tinggalkan Balasan