Wacana Hukuman Mati Koruptor, ICW: Cuma Jargon Politik!

  • Whatsapp


RRI.MY.ID, Wacana penerapan tuntutan hukuman mati bagi koruptor yang didengungkan Jaksa Agung ST Burhanuddin mendapat beragam reaksi dari sejumlah pegiat antikorupsi. Ada yang pro, ada pula yang kontra.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) setuju dengan rencana tersebut, namun Indonesia Corruption Watch (ICW) sedikit berbeda.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana menilai rencana penerapan hukuman mati bagi koruptor hanya sebatas jargon politik. Maka dari itu, lebih baik perbaiki saja kualitas penegakan hukum, ketimbang menyampaikan sesuatu yang sebenarnya tidak menyelesaikan permasalahan.

“Meski jargon tersebut kerap digaungkan, dalam praktiknya kualitas penegakan hukum yang dilakukan masih buruk. Pada akhirnya, ada kesan ketidaksinkronan dengan realita yang terjadi,” kata Kurnia dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (30/10/2021).

Menurut Kurnia, ada dua hal yang dapat dianalisis atas realita tersebut. Pertama, ihwal efektivitas hukuman mati sebagai efek jera untuk menekan angka korupsi. Menurut ICW, efek jera akan maksimal apabila hukuman yang dijatuhkan merupakan kombinasi dari pidana badan dan pemiskinan. Bukan dengan menjatuhkan hukuman mati.

“Mulai dari pemidanaan penjara, pengenaan denda, penjatuhan hukuman uang pengganti, dan pencabutan hak politik,” ucapnya.

Kedua, perdebatan soal kualitas penegakan hukum yang telah memberikan efek jera kepada koruptor. Bagi ICW, masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki dalam penegakan hukum di Indonesia.

Ia mencontohkan kala Kejaksaan Agung menangani perkara yang menjerat oknum internalnya Pinangki Sirna Malasari. Saat itu, Kejaksaan Agung menuntut Pinangki dengan hukuman yang sangat rendah.

“Dari sana saja, masyarakat dapat mengukur bahwa Jaksa Agung saat ini tidak memiliki komitmen untuk memberantas korupsi,” kata Kurnia.





Sumber : https://RRI.MY.ID/wacana-hukuman-mati-koruptor-icw-cuma-jargon-politik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *