Survei Kepuasan Kinerja Jokowi Tidak Terlalu Parah, Kenapa Tetap Dikritik? – ROSI

  • Whatsapp



KOMPASTV – Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana mengatakan kritik publik terhadap pemerintah, terutama soal kasus korupsi seringkali berujung pada peretasan. Terlebih lagi adanya sekelompok pendengung atau buzzer yang dengan sigap membongkar identitas si pengkritik. Tetapi tidak pernah ada penanganan perkaranya. Sejauh pengetahuan Kurnia, dalam kasus peretasan seperti ini, belum ada Kapolri yang menaruh perhatian lebih, padahal isu peretasan terus meningkat. Ia pun menganggap negara tidak punya kuasa untuk menindaknya.

Lantas bagaimana tanggapan Dosen Ilmu Komunikasi UI, Ade Armando terhadap pernyataan Kurnia tersebut?

Bacaan Lainnya

Selengkapnya di dialog Rosianna Silalahi bersama Prof Eddy Hiariej (Wakil Menteri Hukum dan HAM), Ade Armando (Dosen Ilmu Komunikasi UI), Kurnia Ramadhana (Peneliti ICW), Asfinawati (Ketua YLBHI), Yohan Wahyu (Peneliti Litbang Kompas), dan Muchlis Ainur Rofik (Manager Media dan Komunikasi SMRC) dalam ROSI Eps. Rapor Demokrasi 2 Tahun Jokowi. Tayang Kamis, 21 Oktober 2021 pukul 20.00 WIB hanya di Kompas TV, Independen Terpercaya.

Jangan lewatkan dialog seru lainnya di program ROSI setiap hari Kamis pukul 20.00 WIB hanya di @kompastv. Independen Tepercaya.

Dan follow akun Instagram talkshow ROSI @rosi_kompastv juga Twitter di @Rosi_KompasTV

#RosiKompasTV #TalkshowRosi #Rosi #KompasTV #Talkshow

Artikel ini bisa dilihat di :

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=Y3oXZIvwL84

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

25 Komentar

  1. mahasiswa selalu sok merasa paling benar, disetiap demonya apalagi bila bebebenturan dgn aparat. Untuk kasus kasua seperti itu saya kira perlu solusi….salah satunya adalah dgn cara mendudukkan kedua belah pihak sebagai yg setara, sama sama memebutuhkan kenyamanan dan keamanan. salah duanya…lain kali tolong di identifikasi poin per poin kesalahan pendemo saat melakukan aksinya. biar masyarakat tahu kesalahannya. biar masyarakat termasuk pendemo menjadi lebih pntar dan bijak…tidak ngeyel mau menang sendiri. salah tiganya….cobalah untuk pendemo belajar damai dalam melakukan aksinya…..walaupn sesuai kepentingannya harus melakukan…secara ber jilid jilid.