‘Eksotis Art’ Rekam Jejak Perkembangan Budaya di Sleman 


RRI, Yogyakarta: Sejumlah lukisan 20 perupa yang tergabung dalam Komunitas Perupa Sleman (KPS) lukisan dipamerkan, di Sleman City Hall (SCH) yang berlangsung selama enam hari (25-31) Oktober 2021.

Bacaan Lainnya

Sekretaris KPS, Agus Nuryanto mengatakan, mengangkat tema “Eksotis Art”, pameran digelar setahun sekali yang.

Tema Eksotis Art ini mengandung pengertian bahwa karya-karya yang ditampilkan mencoba untuk merekam jejak dan mengeksplorasi perkembangan budaya, tempat wisata, keindahan alam, artefak yang ada di Kabupaten Sleman.

“Karena kami menganggap apa yang ada di Sleman merupakan sesuatu yang eksotis yang mampu direkam menjadi karya seni,” ungkap Agus, Sabtu, (30/10/2021).

Seperti halnya karya Zipit Supomo dengan judul “1 bunga diantara 1001 bunga” yang menggambarkan Keberadaan Candi Prambanan yang ada di Kabupaten Sleman. 

Selanjutnya Karya Agus Nuryanto dengan judul “Semar Membangun Sleman” merupakan karya tendensius sosial. Pelukis ingin menghalusinasikan pembangunan fisik di Kabupaten Sleman seperti khayangan bersemayamnya para dewa. Beranalogikan Semar membangun Kahyangan dalam limpahan wayang kulit.

“Semar ini berada diantara gedung-gedung yang ada di Kabupaten Sleman seperti ada Gedung UGM yang menggambarkan di Sleman ada kota Pendidikan, ada bangunan Sleman City Hall sebagai bentuk sector ekonomi, ada gedung DPRD menggambarkan sebagai Pusat Pemerintahan, ada masjid yang menggambarkan bahwa di sini ada spiritual,” jelas Agus.

Selain itu ada juga karya Muhammad Munawir yang berjudul “Menuju Padepokan”. Kehidupan alam dengan kehidupan sosial diangkat Munawir. Mempunyai ungkapan berharap “dirinya” sebagai sosok muslim yang ingin mempertahankan kekuatan imannya.

Beberapa kuda yang ditunggangi bukan sebagai kuda pacuan, melainkan kuda iman menuju kesempurnaan kehidupan muslim. Setidaknya harapan ini ditujukan kepada saudara muslimnya tetap menimba ilmu akhirat di ruang alam ini.

“Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan karya seni kepada masyarakat luas khususnya pengunjung SCH. Target nya karya seni bisa terapresiasi secara umum maupun ekonomi,” tambah Agus.

Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dalam sambutan tertulisnya mengatakan kegiatan pameran lukisan ini menjadi sarana edukasi yang dapat memberikan pemahaman masyarakat terhadap dunia seni rupa dan sebagai media publikasi pariwisata di Kabupaten Sleman serta mendukung kampanye sadar wisata.

Di samping itu, sekaligus menjadi wadah bagi para pegiat seni rupa untuk mengekspresikan dan menangkap eksotisme panorama yang dimiliki oleh Kabupaten Sleman. Sehingga dapat semakin mendorong apresiasi  masyarakat .





Sumber : https://rri.co.id/daerah/1241966/eksotis-art-rekam-jejak-perkembangan-budaya-di-sleman

Pos terkait

Tinggalkan Balasan