Arianto, Striker Anyar Sriwijaya FC Siap 100 Persen Obrak Abrik Gawang Muba Babel United | Bolaindo

  • Whatsapp



Menghadapi persaingan di putaran kedua babak penyisihan grup A Liga 2 yang akan berlangsung di Stadion Kaharuddin Nasution Pekanbaru Riau, Sriwijaya FC telah menambah kekuatan dengan telah siap diturunkannya striker Anyar Arianto.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah kondisi saya baik, putaran kedua sudah siap 100 persen fisik maupun mental. Tinggal tim pelatih yang menentukannya. Karena kita tahu di tim sepakbola ada pertimbangan pemain itu dimainkan atau tidak. Jadi gak ada yang boong,” ungkap Arianto kepada Sripoku.com, Jumat (29/10/2021).

Seperti diketahui putaran kedua Liga 2 grup A, tim Sriwijaya FC akan mengawali pertandingan perdananya dalam Derby Sumsel bersama tim Muba Babel United, Kamis (4/11/2021) pukul 20:30 di Stadion Kaharuddin Nasution Pekanbaru.

Meski tidak lakukan lagi tes VO2MAX, namun Arianto mengaku ketika ditanya tim pelatih tentang perkembangannya, Arianto yang dikenal cukup piawai melalukukan finishing di kotak penalti menyatakan siap kalau dimainkan.

Bomber yang direkrut pada hari terakhir batas transfer pemain tahap I, 10 Oktober 2021 lalu ini mengaku cukup ketinggalan kondisinya saat datang ke Palembang. Sementara para pemain lainnya sudah empat bulan giat berlatih.

“Selama gak ada kompetisi lama gak latihan. Masa pandemi juga membuat kita susah latihan. Semua dibatasi. Makanya saya mengejar ketinggalan dari kawan-kawan di sini yang sudah empat bulan latihan,” kata eks bomber Semen Padang FC.

Ia mengaku menambah porsi latihan sendiri buat meningkatkan kondisi fisiknya. Baik itu di lapangan maupun ngegym.

“Di saat kawan-kawan tidak latihan, saya tetap nambah latihan sendiri. Saya latihan ngegym juga. Itu yang saya kejar untuk mengimbangi,” terangnya.

Jelang digulirkannya putaran kedua grup A Liga 2, Pelatih Sriwijaya FC Nil Maizar belum bisa menjawab pertanyaan wartawan terkait apakah bakal ada penambahan pemain ataukah tetap memaksimalkan pemain yang sudah ada.

“Belum kita putuskan hari ini. Masih kita evaluasi,” ujar Nil yang mantan pelatih Timnas Indonesia.

Sementara Manajer Tim Sriwijaya FC Hendriansyah ST MSi masih memantau pemain-pemain mumpuni di persepakbolaan tanah air siapa yang bisa diajak gabung selama jendela transfer pemain tahap kedua dibuka 28 Oktober-4 November 2021 ini.

“Tetap diusahakan, tetap dipantau siapa yang bisa gabung pemain yang direkomendasikan. Intinya yang bisa berkontribusi. Dengan nambah pemain, untuk menambah kuat tim darinyang sekarang,” ujar Hendri.

Hendri yang juga Direktur Marketing PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) selaku pengelola klub SFC menjelaskan kondisi bomber anyar yang direkrut asal Aceh.

“Arianto ini dia mengembalikan kondisi fisinya setelah lama istirahat,” kata Hendri.

Striker yang menyandang Top skor Liga 3 2017 dan lima besar top skor Liga 2 2018 akrab disapa Ari. Pemain kelahiran Blang Dalam, Aceh, 11 Agustus 1991 yang senang memelihara kumis dan berewoknya ini menyatakan mesti sabar menanti giliran bisa ditampilkan pada laga nanti.

Arianto yang memiliki tinggi postur tinggi badan182 cm dan berat 72 kg mengaku tak mau egois demi target gol mengejar top skor semata.

Melainkan terpenting bagaimana membawa klub yang dibelanya sekarang ini mencapai target lolos promosi naik kasta ke liga 1.

“Setiap pemain apalagi striker itu target gol, pasti. Pribadi saya juga menargetkan gol. Tapi di sini kerja keras teman-teman itu seratus persen untuk saya bisa mencetak gol. Jadi tidak bisa saya kerja sendiri untuk mencetak gol itu tidak bisa. Teman-teman semua,” kata Ari.

Bapak satu anak bernama Annasya Adreena Saila (2 tahun) buah pernikahannya dengan Nurliani Soraya yang sempat beberapa hari di Kalteng Putra menyatakan dengan segala pengalamannya siap berjuang membawa tim Laskar Wong Kito naik kasta ke liga 1 lewat persembahan gol yang patut dibuktikannya nanti.

“Saya mencetak gol itu karena teman-teman yang bekerja keras. Jadi bukan karena saya pribadi. Saya pribadi targetnya bawa tim ini bisa promosi Insya Allah. Apalagi saya pernah bawa Aceh United FC promosi dari liga 3 ke liga 2. Di Persita. Ya semoga tahun ini Insya Allah bisa berjodoh dengan Sriwijaya untuk ke liga 1,” jelasnya.

Arianto yang mengidolakan Cristiano Ronaldo mengaku sangat gembira atas penerimaan para pemain dan ofisial tim baik di lapangan maupun di Mess SFC Wisma Atlet JSC Palembang terhadap dirinya yang baru bergabung.

“Saya tidak menyangka ya teman-teman di sini (Sriwijaya FC) sangat welcome sekali. Mereka menyambut baik sekali. Kayak kita sudah kenal lama, jadi mereka menyambut saya baik sekali. Mereka bicara, menyapa saya, ngobrol. Saya pikir saya sangat berterima kasih pada teman-teman,” ucap Ari.

Selepas meninggalkan Semen Padang FC 2020. Baru-baru ini Arianto sempat bergabung dengan Kalteng Putra tim berjuluk Laskar Iseng Mulang.

“Sebenarnya di Kalimantan, coach Eko Tamami telepon saya. Dari minggu pertama sudah gabung di sana. Cuma mertua saya meninggal. Saya harus menunda dulu penerbangan sampai harus schedulenga dirubah dulu,” terangnya.

Usai pemakaman, malam Rabu ia terbang ke Medan. Setelah melakukan PCR, Jumatnya Arianto ke Palangkaraya.

“Latihan dua hari saya di sana Kalteng Putra. Sebenarnya sama coach Eko (pelatih Kalteng Putra, Eko Tamami) sudah bicara, sudah pasti saya di sana. Cuma pas saya di sana ada beberapa hal memang tidak bisa didaftarkan ke PSSI. Mereka ada penunggakan pas mereka Liga 1. Nama saya belum didaftarkan,” terangnya.

Ia mengucap syukur coach Nil Maizar pagi itu menghubungi di WA, telepon. Begitu juga kapten tim SFC, M Nur Iskandar juga menelponnya. coach Nil meyakinkannya untuk bergabung ke sini.

“Saya tidak menyangka bisa ke sini. Mungkin ini sudah kehendak Allah SWT,” ucapnya.

Sudah diyakinkan coach Nil, striker yang biasa disapa Ari ini pun kemudian ditelepon Manajer Tim SFC Hendriansyah perihal kontrak.

“Saya setuju aja karena memang target Sriwijaya besar. Jadi itu tantangan buat saya. Saya pikir setiap pemain pasti pingin menang berusaha kerja keras. Apalagi di tim besar SFC punya pemain kualitas, hebat. Saya pernah sama-sana Kakak Nur, Ronaldo di Semen Padang kemarin. Kakak Nur, mereka sangat senior ya, sudah pengalaman sekali, punya kualitas,” paparnya.

Arianto menceritakan karier junior 2010–2011 bersama Pora Bireuen. 2012 Persikaba Aceh Utara.

Karier seniornya Tahun 2013-2015 PSSB Bireuen, 2016 PS Pidie Jaya, 2017–2018
Aceh United FC, 2019 Persita Tangerang, 2020 Semen Padang.

“Kalau karir profesional saya sejak 2012 di PSSB Bireun kota kelahiran saya. Kalau dulu divisi utama 2016 saya mulai lagi dari liga 3. 2017 ada Aceh United dari Gubernur Irwandi Yusuf. Ya Alhamdulillah dari situ saya mulai naik lagi tim Aceh United promosi. Alhamdulillah juga saya jadi top skor di nasional. 2018 saya top skor juga di Aceh United tim masuk 5 besar di liga 2,” paparnya lagi.

Kejadian 2019 menurutnya sama ceritanya dengan sekarang ini. Ketika sudah berbicara soal harga dengan Babel tapi waktu itu sampai Arianto di sana kepastiannya belum pasti.

“Saya minta langsung teken kontrak, tapi mereka menunda sampai satu hari. Hari itu coach Widodo telepon saya, WA saya, dia yakinkan saya dan manajemen Persita profesional karena semua keputusan tentang pemain mutlak di head coach. Tidak ada intervensi dari manajemen. Jadi saya yakin dan percaya sama coach Widodo. Ya Alhamdulillah juga kita promosi ke liga 1,” terangnya.

Tahun inipun Arianto menilainya sama ketika ia ke Kalteng, coach Nil Maizar menelponnya di hari penutupan pendaftaran pemain liga 2.

“Ceritanya sama saya promosi liga 1 itu cita-cita saya untuk motivasi saya ke sini. Semoga SFC liga 1. Insya Allah itu bonus kerja keras yang mau saya capaikan,” tutupnya. (Sripoku)

Berita Terkait





Sumber : https://bolaindo.com/2021/10/30/arianto-striker-anyar-sriwijaya-fc-siap-100-persen-obrak-abrik-gawang-muba-babel-united/

Pos terkait

Tinggalkan Balasan