Nyamar Polisi Gadungan, Pelajar Tangsel Rampok Ojol

  • Whatsapp


RRI, Tangerang Selatan : Polres Tangerang Selatan menangkap lima orang yang mengaku sebagai anggota polisi (gadungan) yang bertugas di  satuan narkoba. 

Bacaan Lainnya

Komplotan tersebut melakukan tindakan pencurian dengan kekerasan yang korbannya pengemudi ojek online (Ojol) di wilayah Kota Tangerang Selatan atau Tangsel. 

Kelima tersangka masing-masing berinisial RA berusia 29 tahun, GR, 23 tahun, RA alias C, 48 tahun. Sementara dua lainnya berstatus pelajar yang berinisial PK berusia 22 tahun dan FM, 18 tahun. 

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Imam Imanuddin mengatakan, awalnya korban sedang melakukan pekerjaannya sebagai driver ojek online. Namun, ditengah perjalanan, korban tiba-tiba diberhentikan oleh para tersangka yang mengaku sebagai anggota polisi bidang narkoba. 

“Kemudian korban diamankan didalam kendaraan (mobil, Red) dengan tuduhan sebagai kurir narkiba. Korban diintimidasi dan dikeroyok oleh pelaku dipaksa untuk menyerahkan ATM beserta PIN-nya,” ungkapnya kepada rri.co.id, Jumat (29/10/2021). 

Imam menjelaskan, selain memukul, pelaku juga melancarkan aksinya menodongkan benda sejenis senjata api (pistol) dan borgol. Setelah dilakukan pemeriksaan itu ternyata hanya korek api. 

“Karena ketidaktahuan korban merasa takut dan terintimidasi menyerah ATM beserta PIN-nya. Terlebih para tersangkanya memiliki lencana mirip anggota polisi,” terangnya. 

Kemudian, lanjutnya, korban diajak keliling yang berujung menguras uang korban disebuah ATM. Namun, setelah uang korban diambil, para tersangka mengembalikan korban di tempat awal ditangkap yakni, di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Pamulang. Dalam peristiwa tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp6,1 juta. 

“Barang bukti yang berhasil diamankan yakni, dua buah korek api berbentuk senpi, satu unit borgol, satu unit mobil jenis Suzuki Evalia, delapan lembar rekening koran, satu unit baju Levis warna putih biru terdapat bercak darah dan empat unit handphone,” urainya. 

Menurut Iman, para tersangka sebelum dibekuk, sempat melakukan aksi serupa di wilayah Bintaro, Kecamatan Pondok Aren. “Dari pengakuan para tersangka mereka telah dua kali beraksi,” tukas Iman. 

Atas perbuatannya para tersangka diganjar Pasal 365 KHUP juncto Pasal 170 KUHP dengan ancaman penjara paling lama sembilan tahun. 





Sumber : https://rri.co.id/nasional/sigap/1241341/nyamar-polisi-gadungan-pelajar-tangsel-rampok-ojol

Pos terkait

Tinggalkan Balasan