Menag Bertemu Jokowi Bahas Nasib Penyelenggaraan Haji 2021

  • Whatsapp



Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta. Pertemuan tersebut akan membahas terkait keputusan pemberangkatan calon jemaah haji Indonesia 2021.

#Jokowi #Haji2021

Bacaan Lainnya

Jangan lewatkan live streaming BeritaSatu News Channel 24 jam non stop di

Pastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.

Kunjungi juga social media channel kami :

Official Website:
Twitter :
Facebook :
Instagram :

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=XTwGl52ZZao

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

30 Komentar

  1. Sungguh ironis bangsa umat muslim terbesar jika tidak mendapatkan kuota haji tahun ini apakah karena ada faktor kebencian kepada ada agama tertentu dan bangsa tertentu sehingga begini jadinya

  2. Mending gini saja jika arab saudi menangguhkan haji indonesia balikin aja uang mereka bagi yg gak mau nunggu dan kasih kepastian bagi yg mau nunggu…
    Orang2 sudah ngumpulin duit puluhan tahun untuk hal ini jika memang gak bisa berangkat..berikan 2 opsi diatas..
    Tapi duitny masih ada gak… ????

  3. Telat ngurusnya karna Pada Dengki Sama Umat Islam Dan Dengki Juga Ke Orang Arab. Jadi Mereka Abaikan Urusan Haji karna Kedengkiannya. Namun Dananya Diserobot terus menerus.

  4. Mudah mudahan itu hukuman buat Indonesia , yg buzzer nya dan ulama antekny suka jelekin Arab ,.
    Sekarang Indonesia bukan di pandang negara yg harus di hormati / di segani 😀😀😀😀

  5. Menag pura2 sibuk ngurus haji..
    Padahal faktanya walaupun diberikan kuota haji oleh arab saudi..tetap saja kemenag takkan bisa memberangkatkan jemaah calon haji… SEBABNYA 34 trilyun dana tabungan haji yg di ambil pemerintah jokowi tanpa sepengetahuan jemaah haji..sudah ludes..untuk biaya "INPRASTRUKTUR" & membiayai proyek taipan2 cina.

  6. Yang jelasnya dana haji sudah habis dipakai untuk bangun infrastruktur dan lain2nya, kemungkinan juga dalam waktu jangka panjang CJH Indonesia baru bisa di berangkat kan ke tanah suci.

  7. Lebih jelasnya vaksin yg digunakan negara kita adalah sinovac sementara yg diakui arab saudi adalah vaksin pfizer, astrazeneca, dan moderna, karena menerima EUL dari WHO, seharusnya pemerintah indonesia agar mendesak negara produsen sinovac untuk mengurus sertifikasinya ke WHO, kalau WHO sudah memberi sertifikat otomatis akan diakui pemerintah arab saudi, pasti indonesia mendapatkan kuota haji