Harga PCR Jawa-Bali Rp 275 Ribu, Luar Jawa-Bali Rp 300 Ribu

  • Whatsapp


RRI.MY.ID – Pemerintah kembali memperketat perjalanan transportasi udara. Setelah sebelumnya penumpang peswat diperbolehkan hanya menggunakan hasil negatif tes antigen, kini harus menggunakan hasil negatif PCR.

Bacaan Lainnya

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri Safrizal mengatakan, hal itu ditetapkan sesuai dengan kondisi perkembangan kasus Covid-19.

“Ketentuan PCR Untuk Pesawat Terbang dilakukan penyesuaian seiring dengan dinamika perkembangan pelandaian kasus Covid-19, sekaligus menyerap aspirasi publik dan masukan konstruktif berbagai kalangan,” ujarnya, Jumat (29/10).

Safrizal menegaskan, sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat kabinet terbatas pada tanggal 25 Oktober 2021 masa berlaku hasil tes PCR untuk penumpang pesawat terbang selama 3 x 24 jam (H-3).

Selain itu, harga maksimal PCR test yaitu Rp 275 ribu untuk wilayah Jawa Bali, dan Rp 300 ribu untuk luar Jawa Bali, dimana hasilnya harus dikeluarkan dalam jangka waktu maksimal 1 x 24 jam. Hal itu berdasarkan Surat Edaran Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes No. HK 02.02/1/3843/2021 tanggal 27 Oktober 2021.

“Hal ini ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan realibilitas PCR test bagi masyarakat,” imbuhnya.

Persyaratan bagi penumpang penerbangan ini merujuk aturan Inmendagri Nomor 55 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, Level 1 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali.

“Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan pesawat udara harus menunjukkan PCR (H-3) untuk pesawat udara yang masuk/keluar wilayah Jawa dan Bali serta antar wilayah Jawa dan Bali,” jelasnya.

Disamping itu, Ia menambahkan, setiap penumpang pesawat terbang harus sudah divaksin minimal dosis pertama dengan bukti vaksinasi yang ditunjukan melalui aplikasi Peduli Lindungi.

Adanya kebijakan perpanjangan jangka waktu berlakunya PCR ini diharapakan dapat membantu Kabupaten atau Kota yang belum memiliki laboratorium PCR, sehingga harus membawa hasil tesnya ke kabupaten atau kota lain dan berdampak pada durasi waktu penyelesaian hasil tes.

Sementara, untuk penumpang yang menggunakan pesawat terbang antar wilayah di luar Jawa dan Bali harus menunjukkan bukti vaksinasi minimal dosis pertama, dan harus PCR (H-3) atau menunjukkan hasil tes antigen (H-1), sebagaimana diatur dalam Inmendagri Nomor 56 Tahun 2021 tentang Perubahan Inmendagri Nomor 54 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Kebijakan tersebut diambil pemerintah dengan pertimbangan seksama, yaitu masih sangat terbatasnya laboratorium PCR yang ada di beberapa kabupaten atau kota terutama antar pulau di luar Jawa-Bali.

Untuk menerapkan prinsip kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menerapkan protokol kesehatan, karena mobilitas masyarakat yang meningkat melalui moda transportasi umum. Serta, untuk proses pengendalian dan antisipasi adanya potensi munculnya varian baru Covid-19.

Pihaknya menyatakan, meskipun kondisi Covid-19 di Indonesia sudah dikategorikan pada situasi yang rendah menurut standar WHO, namun pandemi Covid-19 belum selesai. Oleh karena itu, penerapan disiplin protokol kesehatan tidak boleh kendor dan bahkan terus diperkuat paralel dengan implementasi tracing dan tracking melalui aplikasi Peduli Lindungi.

“Pemberlakuan tes PCR terhadap pesawat terbang akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan pandemi Covid-19,” pungkasnya.





Sumber : https://www.RRI.MY.ID/nasional/29/10/2021/harga-pcr-jawa-bali-rp-275-ribu-luar-jawa-bali-rp-300-ribu/

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *