Ada Apa Dengan Lille? Musim Lalu Perkasa di Prancis, Musim Ini Loyo

  • Whatsapp
10 Foto Sophie Christin, Menyebut Dirinya Penggemar Nomor 1 Arsenal


“Juara bertahan Ligue 1 tampil mengecewakan dan justru terancam turun kasta.”

Bacaan Lainnya

RRI.MY.ID – Musim ini adalah ujian yang nyata bagi Lille untuk mempertahankan mahkota juara Ligue 1. Tampil kurang mengigit di awal musim, Les Dogues kini harus tersoek-seok di papan tengah ke bawah. Mereka seperti kesulitan mengejar Paris Saint-Germain (PSG), yang mereka kalahkan musim lalu.

Ligue 1 2020/2021 benar-benar seperti mimpi indah bagi Lille. Mereka memimpin klasemen dengan keunggulan satu poin dari PSG.

Tapi, semuanya berubah dengan cepat musim ini. Pergantian pemilik klub pada akhir tahun lalu baru terasa dampaknya saat ini. Saat itu, Desember 2020, pemegang saham mayoritas, Gerard Lopez, terpaksa menjual klub senilai 200 juta pounds (Rp3,9 triliun) kepada perusahaan ekuitas swasta Amerika Serikat (AS), Elliott Management Corporation, dan bank multinasional, JP Morgan Chase.

Keterbatasan dana yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 dan lepasnya kesepakatan hak siar Ligue 1 dengan Mediapro  memperburuk keadaan. Proses itu juga membuat Direktur olahraga Lille yang visioner, Luis Campos, pergi.

Di tengah turbulensi ini, tim mendapatkan banyak uang setelah Campos menjual Nicolas Pepe dan Victor Osimhen senilai 145 juta pounds (Rp2,8 triliun). Dipimpin Christophe Galtier, mereka berhasil menghentikan dominasi tujuh gelar PSG dalam delapan tahun terakhir.

Itu adalah pencapaian bersejarah bagi klub mengingat mereka hanya membayarkan gaji kurang dari seperempat dari yang dibayarkan PSG pada para pemainnya.

10 Foto Sophie Christin, Menyebut Dirinya Penggemar Nomor 1 Arsenal

Tapi, di balik layar, ada masalah lain ketika para pemain mengetahui bahwa permintaan bonus mereka setelah memenangkan liga ditolak oleh presiden baru klub, Olivier Letang. Media Perancis mengabarkan bahwa para pemain Lille tidak mendapatkan satu sen pun bonus setelah menjuarai Ligue 1 musim lalu.

Sejak saat itu, Letang mendapatkan kritik dari ruang ganti Lille. Kemudian, Galtier memutuskan mengundurkan diri dua hari setelah memenangkan liga dan bergabung dengan Nice menggantikan Patrick Vieira. Bintang Lille, Boubakary Soumare dan Mike Maignan, juga pergi. Soumare pergi Leicester City dan Maignan ke AC Milan.

Hal ini menjadi sinyal bahwa proyek yang dirancang Campos tidak lagi dilanjutkan pemilik baru. Mereka hanya ingin mengambil keuntungan finansial dan lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang.

Selain itu, ada laporan bahwa pembayaran beberapa agen telah jatuh tempo. Hal ini semakin menambah polemik di ruang ganti. Imbasnya para pemain tidak tenang di lapangan. Sang juara bertahan kini mendekam di posisi yang tidak sepantasnya didapatkan pemenang Ligue 1.

Karena masalah keuangan masih ada, sejumlah pemain muda kemungkinan akan mencari jalan keluar dari Stade Pierre-Mauroy musim panas mendatang. Salah satunya striker asal Kanada, Jonathan David. 

Sejak awal musim 2020/2021, David menjadi penyerang dengan defisit gol terbanyak ketiga saat usianya masih 22 tahun. Di juga menjadi pencetak gol nonpenalti terbanyak di lima liga top Eropa, atau hanya di belakang Erling Haaland dan Kylian Mbappe dengan 19 gol.

Sumber yang dekat dengan klub Ligue 1 itu percaya bahwa David akan meninggalkan Lille musim panas mendatang. Itu berarti dua tahun setelah bergabung dari Gent dengan biaya 27 juta pounds (Rp39 miliar). Striker ini juga telah diintai oleh Arsenal, Chelsea, dan Manchester United. Dirinya juga dikabarkan menarik minat dari Liverpool.

Selain David, aset bernilai tinggi lainnya seperti Renato Sanches dan Sven Botman juga kemungkinan besar akan hengkang. Sebagian besar pemain lainnya, termasuk Jonathan Ikone, mungkin akan berjuang untuk menemukan jalan keluar di pasar transfer mendatang.

Lille bahkan tidak bisa lagi bermimpi untuk bersaing dengan PSG yang telah mendatangkan Lionel Messi. 

Dengan pemain-pemain seperti Gianluigi Donnarumma, Achraf Hakimi, Sergio Ramos, dan Georginio Wijnaldum, tim Mauricio Pochettino pasti sangat siap untuk menumbangkan Lille pada laga Sabtu (30/10/2021) dini hari WIB. Bahkan, potensi Lille terdegradasi ke Ligue 2 musim depan sangat besar.

(diaz alvioriki/anda)





Sumber : https://www.RRI.MY.ID/detail/9107/ada-apa-dengan-lille-musim-lalu-perkasa-di-prancis-musim-ini-loyo.html

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *