Pernah Dioperasi? Waspada Terhadap Infeksi Daerah Operasi

  • Whatsapp


RRI.MY.ID Infeksi Daerah Operasi (IDO) masih merupakan masalah serius dan menjadi tantangan bagi spesialis bedah di berbagai negara, terutama  di negara berkembang seperti Indonesia.

Bacaan Lainnya

Laporan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang menjadi Rumah Sakit Rujukan Nasional Indonesia mengatakan bahwa pada tahun 2013, insiden IDO pada bedah abdomen atau bagian perut sebesar 7,2%, dan tahun 2020 dilaporkan 3,4%.

Dikutip dari The Lancet, IDO dapat menyebabkan kematian 3 kali lipat lebih tinggi dan beban biaya kesehatan yang lebih tinggi, karena dibutuhkan durasi rawat inap lebih tinggi dan intervensi medis tambahan seperti misalnya operasi ulang,

IDO mempunyai beberapa klasifiasi yang dibagi berdasarkan tingkat keparahannya. Menurut Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif & Tim penyusun CPG IDO, Warsinggih, IDO diklasifikasikan menjadi tiga, RRI.MY.ID lain:

Superfisial

IDO terjadi di area permukaan kulit bagian luar dan jaringan subkutis. Meski begitu, infeksi superfisial juga tidak boleh dianggap enteng. Karena bisa menyebabkan nyeri yang cukup mengganggu dan bisa saja keluar cairan dari bekas jahitan operasi.

Deep

IDO sudah terjadi di lapisan lebih dalam bahkan mengenai otot. Akan tetapi, tidak sampai mengenai organ dalam.

Organ / Rongga.

IDO ini biasanya terjadi pada pasien yang menjalani operasi perut. Infeksi bisa mencapai organ atau berbentuk rongga di dalam perut. Infeksi ini cukup serius karena biasa memerlukan tindakan pembedahan kembali untuk mencegah perluasaan infeksi ke organ lain.

IDO ini dapat terjadi dalam kurun waktu 30 hari pasca tindakan operasi, bahkan 1 tahun bila pernah melakukan operasi pemasangan implant, seperti pen.

“Jika ada tanda mencurigakan pada jahitan bekas operai, misalnya gatal disertai kemerahan dan bintik-bintik, lalu bertambah nyeri, keluar nanah, atau berbau tidak sedap, segera konsultasikan kepada dokter atau tenaga medis lainnya. Bahkan juka kecurigaan ini datang setelah 30 hari, segara konsultasikan ke dokter,” ujar Warsinggih di acara peluncuran  Clinical Practice Guideline – Infeksi Daerah Operasi (IDO), pada Kamis, (28/10).

“Bahkan untuk pasien yang dipasang impan seperti pen, jika lebih dari setahun mengalami nyeri di tempat pen berada maka harus segara berkonsultasi kedokter. Jangan takut untuk berkonsultasi ke dokter,” sambungnya.[]





Sumber : https://RRI.MY.ID/pernah-dioperasi-waspada-terhadap-infeksi-daerah-operasi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan