Kemenkes Akui Pendataan Testing dan Tracing Masih Lemah Selama PPKM

  • Whatsapp
Kemenkes Akui Pendataan Testing dan Tracing Masih Lemah Selama PPKM


RRI.MY.ID, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui pihaknya terbilang masih lemah dalam hal pendataan, terutama soal pengisian data testing dan tracing Covid-19. Kelemahan itu menjadi salah satu hasil evaluasi terhadap pelaksanaan PPKM Darurat dan PPKM Level saat ini.

Bacaan Lainnya

Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, kelemahan pada sisi pendataan ini kerap dikeluhkan masyarakat. Sebab, lemahnya pengisian data membuat fluktuasi kasus di Indonesia dan daerah seringkali membingungkan masyarakat.

Dia menyampaikan hal tersebut dalam sebuah webinar bertema evaluasi pelaksanaan PPKM Level 4 Jawa-Bali, Selasa (27/7/2021) sore.

“Terus terang saya harus sampaikan kita masih lemah soal data. Data-data yang kita tampilkan (harusnya) betul-betul berkualitas terutama di dalam pengisian-pengisian testing dan tracing itu belum maksimal pengisiannya,” kata Maxi.

Data kasus Covid-19 yang dikirim atau diisi oleh daerah melalui aplikasi khusus ke Kemenkes tersebut memengaruhi status level suatu daerah. “Kalau data yang dikirim itu kita olah, ya tentu berpengaruh pada status level atau leveling daripada kabupaten kota,” ujarnya. 

Untuk memperkuat pendataan testing dan tracing ini, Koordinator PPKM Luhut Binsar Pandjaitan telah memutuskan untuk melibatkan TNI dan Polri. Mereka akan bekerja sama dengan petugas Puskesmas untuk melakukan testing dan tracing sekaligus memperbaiki data. 

“Sudah diputuskan dan akan dimulai bahwa untuk testing dan tracing itu akan melibatkan TNI dan Polri dan mahasiswa (kedokteran) yang mau selesai. Ini diputuskan di level tertinggi, ya untuk kerja sama dengan temen Puskesmas. Untuk melacak kontak itu tetap Puskesmas yang lebih tau,” katanya.

Dia juga meminta petugas tenaga kesehatan di Puskesmas untuk bekerja sama dengan baik bersama TNI dan Polri yang akan membantu tugas nakes memperkuat testing dan tracing. “Puskesmas yang lebih tahu siapa-siapa yang positif. Itu yang lebih tahu Puskesmas. Jadi saya mohon ini kerja sama semua untuk membantu rakyat kita. Jadi kalau ada dari TNI dan Polri melakukan testing dan tracing, tolong kita kerja samanya,” katanya. 

Dia menambahkan, berdasarkan evaluasi selama tiga minggu belakangan, pihaknya melihat hanya beberapa daerah yang memenuhi target pencapaian testingnya. Sementara target tracing, treatment, belum mencapai target yang memuaskan.





Sumber : https://RRI.MY.ID/kemenkes-akui-pendataan-testing-dan-tracing-masih-lemah-selama-ppkm

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *