Tiga Klaster COVID-19 Perkantoran di Kulon Progo, Dari Bank hingga Sekolah

  • Whatsapp
Tiga Klaster COVID-19 Perkantoran di Kulon Progo, Dari Bank hingga Sekolah


RRI.MY.ID Kasus penyebaran COVID-19 di sejumlah lingkungan perkantoran terjadi di Kabupaten Kulon Progo, DIY. Hingga hari ini jumlah pasiennya terus bertambah.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati menuturkan, setidaknya ada tiga rangkaian kasus penularan di lingkup perkantoran. Pertama adalah kasus penyebaran virus di suatu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Wates. Sepuluh guru terkonfirmasi positif COVID-19 sejak akhir Mei 2021 kemarin.

“Puji Tuhan tidak bertambah, tinggal menunggu selesai isolasi,” kata Baning saat dikonfirmasi, Rabu (16/6/2021).

Baning melanjutkan, kasus penularan dalam lingkup perkantoran berikutnya  terjadi di sebuah bank swasta. Lokasinya, di Kecamatan Temon.

Kata Baning, sejauh ini telah terdeteksi 18 kasus positif di lingkungan bank tersebut. “Sejak Sabtu kemarin sudah dilakukan penutupan (bank), tidak dilakukan pelayanan kepada masyarakat dan karena hari ini tadi ada penambahan 6 (kasus) maka penutupan diteruskan sampai dengan sabtu minggu ini,” sambungnya.

Rangkaian kasus berikutnya muncul di kantor Dinas Pariwisata Kulon Progo. Tracing yang masih dilakukan hingga saat ini telah mendapati total 19 kasus di instansi pemerintahan tersebut.

“Tracing pagi ini tadi kita juga melakukan pemeriksaan kepada 19 lagi, kontak erat ring dua dari kasus yang positif tersebut. Kita masih menunggu hasilnya,” ungkap Baning.

Baca Juga: Kasus COVID-19 DIY Tambah 534 Sehari, Tertinggi Sejak Januari

Imbas dari peristiwa ini, Satgas Covid-19 setempat menutup kantor Dinas Pariwisata Kulon Progo demi mengantisipasi meluasnya penularan virus mulai hari ini hingga Jumat 18 Juni 2021 mendatang.

Sepenuturan Baning, sejauh ini pihaknya masih mendalami pemicu termasuk kronologi penyebaran virus pada serangkaian kasus ini.

“Tetapi kami meyakini bahwa diawali dari luar kantor, kemudian gejala ringan tidak dirasakan ke kantor. Baru merasa anosmia hilang penciuman lalu melakukan tes antigen dan ternyata positif,” katanya.

Lebih jauh, Baning berujar jika para pasien pada kasus penularan dalam lingkup perkantoran di atas tak ada yang sampai dirawat di rumah sakit. Seluruh pasien mengalami gejala ringan.

“Semua kasus isolasi mandiri di rumah,” sebutnya.

Dirinya pun mensinyalir jika penyebaran dapat terjadi dikarenakan lemahnya penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 di lingkungan perkantoran.

“Prokes selama di dalam kantor itu yang tidak bagus, jadi kalau ada yang dari rumah membawa, sudah (menyebar),” tandasnya.[]





Sumber : https://RRI.MY.ID/tiga-klaster-covid-19-perkantoran-di-kulon-progo-dari-bank-hingga-sekolah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *