Oknum Sulinggih di Bali Ditahan, Kini Jadi Tersangka Atas Dugaan Pencabulan di Tempat Suci

  • Whatsapp



TRIBUN-VIDEO.COM – IWM (38), oknum sulinggih yang diduga melakukan aksi pencabulan terhadap perempuan saat ritual melukat (penyucian diri-red) di Tukad Campuan Pakerisan ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Denpasar pada Rabu (24/3) siang, kini IWM resmi menjadi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar.

Bacaan Lainnya

Dalam pelimpahan kasusnya pada Rabu kemarin, oknum sulinggih itu didampingi langsung oleh kuasa hukum dan istrinya.

Ia tampak mengenakan baju tahanan warna oranye.

Dikutip dari Tribun-bali.com, I Made Adi Seraya, kuasa hukum tersangka mengungkap saat akan dibawa ke Rutan Polda Bali, kliennya sempat syok karena tak menduga dirinya akan ditahan.

Pasalnya, IWM selama ini sangat kooperatif, dan melakukan wajib lapor 2 kali seminggu.

“Klien kami sangat syok ditahan. Karena saat proses di kepolisian tidak ditahan. Beliau sangat kooperatif, melakukan wajib lapor 2 kali seminggu. Beliau sama sekali tidak menyangka akan ditahan,” kata I Made Adi Seraya, selaku anggota kuasa hukum tersangka ditemui seusai pelimpahan.

Tidak hanya IWM, keluarganya, terutama sang istri yang ikut mendampingi saat pelimpahan bersedih melihat dirinya ditahan.

“Sangat sedih. Keluarga juga berpikiran peristiwa itu tidak pernah terjadi, dan istrinya yang punya anak-anak kecil sangat bersedih,” tuturnya.

“Sampai saat ini klien kami masih berpikir peristiwa yang dituduhkan tidak pernah terjadi. Sampai hari ini pun klien kami menyangkal, tidak pernah melakukan perbuatan itu dan semua yang dituduhkan tidak benar,” ujar Adi Seraya.

“Melalui pengadilan kami akan buktikan, apakah memang terjadi peristiwa itu atau tidak. Karena sampai sejauh ini tidak pernah ada saksi yang melihat peristiwa itu. Juga suami pelapor (korban) juga ada di situ. Yang terjadi hanya melukat biasa. Setelah melukat, pulang kembali dan besoknya Hari Saraswasti korban dan suami biasa sembahyang lagi ke griya. Setelah itu baru timbul masalah,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, oknum sulinggih IWM dilaporkan ke Polda Bali pada 9 Juli 2020 atas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap korban KYD.

Korban diduga mendapat perlakukan cabul dari tersangka saat melukat atau melakukan upacara spiritual pembersihan diri di Pura Campuhan Pakerisan, Tampaksiring, Gianyar, 4 Juli 2020.

Namun, IWM menolak tuduhan bawah dirinya melakukan pencabulan.

“Saat dilakukan penyidikan di Polda Bali, IWM tidak ditahan, dan pada saat pelimpahan di Kejari Denpasar, JPU menggunakan kewenangan untuk melakukan panahanan terhadap IWM,” jelas Luga.

Atas dugaan pencabulan itu, IWM dijerat dengan pasal berlapis. Penyidik menjerat IWM dengan Pasal 289, 290 ayat (1), dan pasal 281 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 9 tahun.

Sebagai informasi, Brahmana atau Sulinggih merupakan orang yang diberikan kedudukan mulia karena kesucian diri dan perilaku luhurnya.

Mereka dimuliakan karena telah melalui proses upacara diksa atau dwijati, yakni lahir sebanyak dua kali.
Lahir pertama adalah lahir secara biologis dari rahim ibu.

Sedangkan lahir kedua adalah lahir dari proses spiritual.

Lahir kedua ini dianggap sebagai penyucian lahir bathin, agar sulinggih disebut sebagai orang suci.
Sulinggih memiliki beberapa tugas, diantaranya memimpin beberapa upacara adat bali(Tribun-video.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Oknum Sulinggih Syok Langsung Ditahan, Menyangkal Lakukan Pencabulan di Tempat Suci,

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=WwRa8Zaw6mk

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 Komentar

  1. Dk tau malu,……sulinggih ndk buang2an, orangnya kurang ajar, tlg NABE yg ngembasan bergerak cepat lepaskan orangnya dari predikat sulinggih, ini orang tdk berhasil namanya jadi panutan, kok begini Bali sekarang, semakin pinter2 orangnya kok kelakuannya brengsek,….tlg proses orang ini dk tau malu,……mencemarkan nama baik Bali yg sdh terkenal di mancanegara ya sopan2, berbudi luhur, aman,…………..wahhhhh sdh berubah skrg, banyak orang pinter2 tapi jarang yg berbudi luhur,………mari semua orang2 Bali introspeksi diri,……biar Bali tetap terhormat dimata dunia…..

  2. Sangat miris , kenapa bisa seorang sulinggih sampai bersentuhan dgn hukum , sedangkan seorang sulinggih mestinya ada di ranah etika dan susila, mrucut rambut memang banyak yg mampu tapi mrucut yg di bawah sangat susah , bagi yg berkeinginan jadi sulinggih persiapkan diri dgn baik , ibarat masak nasi yakinkan dulu nasi itu sudah matang baru matikan apinya , pengsing nu aruan sube nyenikan api mengguh dadi lebeng ne , ampure yening Wenten iwang , 🙏🙏🙏