Tanpa Sayap dan Striker Murni, Mampukah Memphis Depay Jadi Solusi Belanda?

  • Whatsapp
France


“Biasanya main 4-3-3. Sekarang 5-3-2. Jauh keluar pakem. Ini seperti lulusan filsafat yang kerja di pabrik mobil.”

RRI.MY.ID – Banyak yang meragukan Belanda bisa melangkah jauh di Euro 2020. Selain kemenangan susah payah atas Ukraina di pertandingan pertama, tidak adanya pemain jempolan di dua posisi andalan De Oranje jadi faktor itu. Itu adalah sayap dan striker murni.

Menghadapi turnamen edisi kali ini, Belanda benar-benar tidak mempunyai pemain sayap sekelas Arjen Robben, apalagi Johan Cruyff. Mereka juga tidak memiliki No.9 jempolan seperti Marco van Basten, Patrick Kluivert, atau Robin van Persie.

Itu artinya, untuk memainkan formasi tradisional mereka, 4-3-3, Belanda tidak memiliki pasak yang sesuai dengan lubangnya. “Mereka (Belanda) tidak memiliki pemain sayap. Mereka juga tidak memiliki penyerang tengah. Itu titik lemah mereka,” kata Gary Neville, kepada ITV.

Namun, Frank de Boer bisa mengakalinya dengan formasi 5-3-2 dan Memphis Depay ada untuk jadi solusi. Anggota skuad Lyon itu tidak dapat didefinisikan sebagai pemain sayap atau penyerang yang luar biasa. Tapi, dia adalah pemain yang diharapkan sukses oleh banyak penggemar. 

Depay bukan Van Basten, Kluivert, atau Cruyff. Dia datang di area yang berbeda dan kontribusinya untuk tim juga dengan cara yang berbeda. Tapi, kini dia adalah tumpuan dan senjata utama Belanda.

Lihat saja saat Belanda menjamu Ukraina di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Senin (14/6/2021) dini hari WIB. Beberapa menit setelah kick-off, Depay beraksi. Ketika Oleksandr Zinchenko membuat satu operan ceroboh di lini tengah, Depay mendapatkan bola itu, dan permainan berbalik dalam waktu beberapa detik.

Depay menerobos ke depan, melewati Serhiy Sydorchuk dan masuk ke kotak penalti Ukraina. Tapi, di depannya ada dua bek tengah, Mykola Matviyenko dan Illya Zabarnyi. Salah satunya baru berusia 18 tahun. Depay merasakan remaja itu bukan hambatan yang serius. Tepat saat bek muda Dynamo Kiev berpikir dia akan menghentikan Depay, sebuah tipuan dengan sempurna melalui kaki Zabarnyi terjadi.

Dengan kecepatan penuh, Depay terus menerobos. Meski dikejar oleh tiga pemain, dia berhasil melepaskan tembakan kaki kiri tepat sasaran. Itu tidak menghasilkan apa-apa. Tapi, paling tidak degup jantung pendukung Ukraina tak beraturan.

Di sisa babak pertama, Depay terus memaksakan permainan sesuai keinginannya. Dia menjatuhkan dan mengambil bola di area tengah. Dia mengangkatnya dan mengajak rekan satu timnya bermain. Dia melakukan percobaan dengan cara menyenangkan, memberi umpan silang, seperti yang dia lakukan untuk memberi peluang bagi Denzel Dumfries.

Di babak kedua, Depay kurang menguasai bola. Tapi, dia terlibat dengan cara lain. Pergerakan tanpa bolanya membuat Ukraina salah menerapkan strategi. Sebut saja ketika Depay berlari dan masuk ke kotak penalti. Bola mengarah padanya dan tangkisan dari Heorhiy Bushchan menghalangi niat Depay. Tapi, hal itu justru memungkinkan Georginio Wijnaldum mencetak gol pembuka.

Depay mungkin tidak cocok dengan tipe penyerang Belanda pada umumnya, seperti yang dibilang Neville. Dan, itu mungkin menimbulkan keluhan dari publik yang menuntut lebih dari sekedar hasil. Tapi, masih ada waktu untuk Depay menjawab semua keraguan padanya.

(mochamad rahmatul haq/anda)





Sumber : https://www.RRI.MY.ID/detail/5712/tanpa-sayap-dan-striker-murni-mampukah-memphis-depay-jadi-solusi-belanda.html

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *