Jatam Ungkap Kejanggalan Kematian Wabup Sangihe hingga Sederet Polemik Izin Usaha Tambang Emas

  • Whatsapp



RRI.MY.ID – Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) meminta Kepolisian turun tangan mengusut kematian Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong.

Jatam ingin memastikan meninggalnya Wakil Bupati Sangihe, tak terkait hal lain.

Bacaan Lainnya

Jatam menilai Helmud Hontong adalah orang yang gigih menolak izin tambang emas di wilayahnya.

Jatam menambahkan sikap Wakil Bupati Sangihe bertolak belakang dengan sejumlah pejabat bila berbicara soal izin tambang.

Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Merah Johansyah Ismail pun membeberkan sederet masalah izin usaha tambang emas di Pulau Sangihe.

“Sangihe ini kan pulau kecil. Pulau kecil itu dilindungi oleh regulasi Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014. Sebagai pulau kecil di bawah 2.000 kilometer persegi, Sangihe semestinya tidak boleh ditambang,” ujar Merah.

Gelombang penolakan terhadap izin pertambangan emas telah meruak sejak 2017. Masyarakat dan koalisi yang terdiri atas 25 kelompok pegiat lingkungan di Kabupaten Kepulauan Sangihe menentang aktivitas pertambangan seluas 42 hektare itu karena disinyalir menyalahi hukum dan akan mengancam ekosistem lingkungan.

Kawasan tambang tersebut dinilai memakan separuh dari luas wilayah Pulau Sangihe yang hanya 73.698 hektare.

Bila izin tersebut diteruskan, kegiatan tambang ditakutkan bakal merusak lingkungan daratan, pantai, komunitas mangrove, terumbu karang, dan biota laut dalam waktu tak terlalu lama

Kematian Wabup Sangihe dinilai tak wajar karena awalnya tidak ada keluhan saat hendak naik pesawat, namun ketika 20 menit berada di pesawat, Wakil Bupati Sangihe mengaku pusing.

Ia lantas meminta digosokan minyak kayu putih di bagian belakang badan dan leher. Bahkan, Wakil Bupati Sangihe sempat batuk-batuk hingga mengeluarkan darah dari mulutnya.

Untuk itu perlu penyelidikan lebih lanjut soal meninggalnya Helmud Hontong.

Terkait desakan terhadap pengusutan kematian Wakil Bupati Sangihe, simak penjelasan selengkapnya dari Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang, Merah Johansyah Ismail.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=QonLNvoLFOk

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

24 Komentar

  1. Apakah komnas Ham gercap merespon kematian wakil bupati ini??
    Atau hanya sekedar dorong polisi doang?

    Kalau tidak lolo twk kan komnas ham gercap menanganinya.πŸ™ŠπŸ™ŠπŸ™ŠπŸ™Š

  2. gini lah negeri ini, kebenaran dan keberanian di singkirkan, mineral siap diambil orang luar… mau penyelidikan dengan kepolisian, yakin? hasil penyelidikan rawan dimanipulasi, dan ini murni keyakinan saya

  3. Kena apa tidak di autopsy dulu sebelum di kuburkan , biar tidak ada teka teki . Karena sekarang banyak orang jujur menjadi korban . Contohnya Pak Munir di mana tuh kasusnya sampai sekarang tidak jelas . Di pesawat kan ada CCTV kalau ingin mengusut nya kalau memang meninggalnya di pesawat .

  4. Mungkin……ini Bisnis mafia tambang.siapa yang jadi penghalang harus disingkirkan.Kau pahlawan pak Almarhum Wabup.Allah tidak akan tutup mata.insyah Allah akan terungkap jika memang ada dalangnya.