Kapolres Samosir Paparkan Tindakan Pencabulan Anak Dibawah Umur

  • Whatsapp



Polres Samosir dalam sepekan berhasil mengungkap dan menangkap dua pelaku kasus pencabulan persetubuhan kepada anak perempuan dibawah umur.

Demikian disampaikan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Samosir AKBP Josua Tampubolon, kepada Wartawan di ruang kerjanya, Rabu (19/5).

Pertama, atas Laporan Polisi ibu korban RS, 34, nomor: LP/127/V/2021/SMR SPKT, tanggal 10 Mei 2021, Polisi menangkap pelaku ES, 57 warga Desa Rianiate Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir, yang tega mencabuli anak dibawah umur sebut saja Bunga, 6, pelajar kelas 1 SD.

“Dugaan tindak pidana perbuatan cabul atau persetubuhan terhadap anak ini, terjadi pada hari Kamis (6/5/2021) sekira pukul 18.30 Wib, dan berdasarkan pemeriksaan pencabulan dilakukan dua kali,”ujar Josua.

Pengungkapan kasus bermula saat ibu korban, RS diberitahukan oleh saksi MS pada hari Minggu (9/5/2021), bahwasanya anaknya RS sudah disetubuhi dan dicabuli oleh pelaku ES.

Mendapat informasi itu, sehingga pada hari Senin (10/5/2021) sekira pukul 07.30 Wib, ibu korban RS kemudian bertanya langsung kepada anaknya Bunga. Alhasil korban mengakui telah disetubuhi oleh ES.

Bunga pun menceritakan bahwasanya ia disuruh ES untuk membuka celana dan ES melancarkan aksinya,” ujar Josua.

Polres Samosir pun langsung bertindak cepat melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut dengan menginterogasi korban dan saksi-saksi yang diduga mengetahui peristiwa persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku.

Sementara untuk tersangka kasus kedua, sesuai dengan laporan polisi NN, nomor STLP / 91 / IV / 2021 / SMR/SPKT April 2021, Polisi menangkap PMA alias Pak E,37 terduga pelaku pencabulan anak dengan keterbatasan mental Mawar, 13 warga Kecamatan Simanindo.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan dan bukti yang cukup didukung dengan adanya Visum ET Revertum terhadap korban, ditemukan robekan baru selaput darah.

“Berdasarkan keterangan korban maupun saksi serta Visum ET Revertum yang saling mendukung, akhirnya tersangka ES dan PMA ditangkap dan ditahan,” ujar Josua.

Selanjutnya, kepolisian melakukan penyitaan terhadap barang bukti celana dan pakaian korban dan tersangka.

Akibat perbuatannya, tersangka ES dan PMA, yang disangka telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 82 ayat 1 atau pasal 81 ayat 1 atau ayat 2 dari UU No. 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 12 tahun penjara, sebut Tampubolon.

Ditambahkan, AKBP Josua Tampubolon, untuk memulihkan kepercayaan diri korban dalam lingkungan sekitarnya, pihaknya akan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Masyarakat Desa (PPAMD), untuk dilakukan bimbingan konseling,”imbuhnya.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=gurnu9xQSO0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar

  1. Memalukan! Kasus paling terhina dan menghina budaya batak. Ini bupatinya jgn hanya banyak ngomong wkt pilkada! Jangan sampai ada lagi kasus berita menjijikkan seperti ini.

  2. Yth Bpk Kapolres bp Tampubolon hrs segera dimasukin ke Buih laki2 yg memperkosa anak balita itu kl menurut emosi kami sbg Ibu laki2 biadab itu hrs di Nong"tu Tao Toba tp bangkainya hrs dibakar pa' spy tdk.mengotori Tao Toba Nauli. Semoga tdk ada lg kejadian yg sedemikian jorbutnya di Hutanta on Bapa spy Adat Batak i tdk dinodai orang2 yg tdk bermoral. Mauliate!