Kasus Covid-19 di Kudus Terus Naik, 142 Tenaga Kesehatan Terpapar Virus Corona

  • Whatsapp



Sebanyak 142 tenaga kesehatan di Kudus, Jawa Tengah, terpapar virus corona. Satgas Covid-19 di Kudus meminta Kemenkes mengirimkan tenaga kesehatan untuk menangani kasus covid-19 yang terus melonjak.
#Kudus #Covid19 #TenagaKesehatan

Jangan lewatkan live streaming BeritaSatu News Channel 24 jam non stop di

Bacaan Lainnya

Pastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.

Kunjungi juga social media channel kami :

Official Website:
Twitter :
Facebook :
Instagram :

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=_xvVHgPrs60

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

41 Komentar

  1. Aku orang kudus brow yg di beritakan itu memang bnr adanya …dlm sehari kemarin 8 atau 9 orng lbh tetenggaku meninggal dunia besoknya lg msh sj ada yg mrniggal sampai hr ini msh ada yg meninggal lg… entah itu krn covid atau tdk tp sebelumnya blm prnh trjd orng meninggal sebanyak ini dlm sehari ….enth itu covid atau tdk mereka yg lbh berpengalaman yg lbh tahu

  2. Ayat Alquran tentang Wabah Penyakit dan Cara Menghadapinya

    Wabah penyakit seperti pandemi COVID-19 tidak hanya berlangsung pada masa ini, namun pernah terjadi di masa lampau. Hal itu tertulis dalam beberapa ayat Alquran tentang wabah penyakit.
    Pandemi virus corona sendiri mulai terjadi pada awal tahun 2020. Diinformasikan, virus ini pertama kali muncul di Wuhan, China dan mulai menyebar ke berbagai negara di dunia.
    Dunia kesehatan pun mulai membuat vaksin untuk mencegah penyebaran virus. Harapannya, pandemi virus corona akan segera berakhir.

    Ayat Alquran tentang Wabah Penyakit:

    1. Surat Al Baqarah ayat 249

    Allah SWT dalam quran surat Al Baqarah ayat 249 berfirman mengenai wabah penyakit yang menimpa suatu negeri. Hal itu dikarenakan meminum air sungai.
    Arab: فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوْتُ بِالْجُنُوْدِ قَالَ اِنَّ اللّٰهَ مُبْتَلِيْكُمْ بِنَهَرٍۚ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّيْۚ وَمَنْ لَّمْ يَطْعَمْهُ فَاِنَّهٗ مِنِّيْٓ اِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً ۢبِيَدِهٖ ۚ فَشَرِبُوْا مِنْهُ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْ ۗ فَلَمَّا جَاوَزَهٗ هُوَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۙ قَالُوْا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوْتَ وَجُنُوْدِهٖ ۗ قَالَ الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوا اللّٰهِ ۙ كَمْ مِّنْ فِئَةٍ قَلِيْلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيْرَةً ۢبِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ وَاللّٰهُ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

    Artinya: Maka ketika Talut membawa bala tentaranya, dia berkata, "Allah akan menguji kamu dengan sebuah sungai. Maka barangsiapa meminum (airnya), dia bukanlah pengikutku. Dan barangsiapa tidak meminumnya, maka dia adalah pengikutku kecuali menciduk seciduk dengan tangan." Tetapi mereka meminumnya kecuali sebagian kecil di antara mereka. Ketika dia (Talut) dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka berkata, "Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya." Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, "Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah." Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.

    2. Surat Hud ayat 64-65

    Dalam surat Hud ayat 64-65 Allah SWT berfirman mengenai wabah penyakit yang menyerang kaum Tsamud. Kaum tersebut diberikan azab berupa wabah penyakit karena melanggar perintah Allah, yakni menyembelih unta.
    Maka, Allah SWT menurunkan azab berupa penyakit setelah tiga hari mereka bersuka ria (menyembelih unta).
    Arab: وَيٰقَوْمِ هٰذِهٖ نَاقَةُ اللّٰهِ لَكُمْ اٰيَةً فَذَرُوْهَا تَأْكُلْ فِيْٓ اَرْضِ اللّٰهِ وَلَا تَمَسُّوْهَا بِسُوْۤءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيْبٌ
    فَعَقَرُوْهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوْا فِيْ دَارِكُمْ ثَلٰثَةَ اَيَّامٍ ۗذٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوْبٍ

    Artinya: Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa (azab)."

    Maka mereka menyembelih unta itu, kemudian dia (Saleh) berkata, "Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan."

    3. Surat Al Anbiya' ayat 83

    Dalam Quran surat Al Anbiya' ayat 83 Allah SWT berfirman mengenai ayat Alquran tentang wabah penyakit yang menimpa Nabi Ayub. Penyakit itu adalah judzam (kusta atau lepra) yang menyerang fisiknya.
    Arab: وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ ۚ
    Artinya: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang."

    4. Cara Menghadapi Wabah Penyakit

    Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa di zaman Rasulullah pernah terjadi wabah/tha'un. Rasulullah SAW pun bersabda mengenai cara menghadapi wabah penyakit, yakni jangan memasuki daerah tersebut dan bagi masyarakatnya jangan keluar dari daerah itu.

    Rasulullah bersabda, "Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kelian meninggalkan tempat itu," (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

    Ini merupakan metode karantina yang telah diperintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mencegah wabah tersebut menjalar ke negara-negara lain. Untuk memastikan perintah tersebut dilaksanakan, Nabi Muhammad mendirikan tembok di sekitar daerah yang terjangkit wabah dan menjanjikan bahwa mereka yang bersabar dan tinggal akan mendapatkan pahala sebagai mujahid di jalan Allah, sedangkan mereka yang melarikan diri dari daerah tersebut diancam malapetaka dan kebinasaan.
    Jangan lupa amalkan ayat Alquran tentang wabah penyakit ya!

    Selamat belajar agama yg baik dan benar, seperti halnya kita mencarikan sekolah formal utk anak2 kita.
    Jangan ngasal mencari guru agama yg berpenampilan WOW….pakai daster/ eh gamis ( itu budaya kawan dari arab termasuk yaman bukan agama ).
    Sdh itu… kaya dikit nambah.bini….
    katanya jalan masuk surga….
    Jalan masuk surga itu banyak jalannya kawan….
    Nggak harus bininya EMPAT makanya jadi perempuan harus punya rasa cemburu serta harga diri yg TINGGI.
    Kaya dulu baru berdakwah…jangan berdakwah untuk mencari nafkah dan kemewahan…..
    Haaaaaaah bikin kesel …sok agamis

  3. Ini yang komentar covid dibuat2 atau semacamnya benar2 kurang ajar… Abang w dan istrinya serta kaka ipar w sekrg sedang terinfeksi virus ni.. Mereka berjuang agar cepat sembuh… Mereka merasakan penderitaan karena virus ni.. Kalau lo semua gk percaya boleh sini w kasih alamatnya lo datangin biar lo pada percaya…

  4. Gimana di Kudus tidak naik lha wong banyak yang menyepelekan kasus Covid 19 ini dengan tidak memakai masker dan mematuhi protokol kesehatannya…ditempat kerjaku saja disuruh cuci tangan atau memakai masker yang benar saja susah baru nurut kalau ditegur petugas sekurity…klo sudah diluar tempat kerja masker dikantongin dibaju atau celana ga bakal dipakai…saya doakan semoga cepat pulih dan balik sediakala