Kampus Mengajar Perlu untuk Perkembangan Pendidikan


RRI,  Jakarta: Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Dirjen Pauddikdasmen) Kemendikbudristek, Jumeri mengatakan kolaborasi pendidikan tinggi melalui Kampus Mengajar perlu dilakukan untuk perkembangan pendidikan di Indonesia.

“Khususnya pada jenjang SD. Pada semester ini, Dikti dan Dikdas telah berkolaborasi memberi dampak positif terhadap kemajuan dan perkembangan 4.000 SD di Indonesia,” kata Jumeri dalam peluncuran program Kampus Mengajar Angkatan 2 Tahun 2021 bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Jum’at (11/6/2021).

Jumeri mengakui tidak mudah bagi para mahasiswa melakukan perubahan-perubahan dan menginisiasi kemajuan-kemajuan di SD. 

“Namun dengan ketekunan, keberanian, dan kreativitas, akan banyak cerita baik, praktik-praktik baik yang terjadi di SD, yang bisa disebarkan dan dicontoh masyarakat,” ujar Jumeri. 

Lebih lanjut Jumeri mengatakan kehadiran para mahasiswa juga diharapkan dapat membantu kelancaran pembelajaran tatap muka (PTM) pada bulan Juli mendatang. 

“Pada semester depan, sekolah-sekolah kita akan mulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sudah tentu, kehadiran mahasiswa akan sangat membantu kelancaran PTM, karena platform pembelajaran kita masih kombinasi RRI.MY.ID Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan PTM dan kita sadar bahwa penyebaran covid-19 masih belum sepenuhnya terkendali,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirjen Dikti Kemendikbudristek, Nizam menambahkan pengalaman para mahasiswa luar biasa dan manfaat yang dirasakan guru dan siswa yang dibimbing, diinspirasi oleh kakak-kakak mahasiswa, juga sungguh luar biasa.

“Berbagai inovasi dilakukan oleh adik-adik mahasiswa dan berbagai pengalaman yang tak ternilai harganya telah dialami oleh 14.621 mahasiswa tadi,” kata Nizam.

Ditjen Dikti membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk kembali bergabung dalam Program Kampus Mengajar Semester Pertama Tahun Ajaran 2021/2022.

Para mahasiswa yang mengikuti program ini akan mendapat insentif dari pemerintah dan mendapatkan kredit dalam Sistem Kredit Semester (SKS) atas seluruh karya dan kinerja dalam partisipasi Kampus Mengajar selama tiga bulan.





Sumber : https://rri.co.id/go/UgBv2tc

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *