Anies Berpeluang Batal Izinkan Road Bike Bisa Melintas di JLNT Kampung Melayu – Tanah Abang

  • Whatsapp


RRI.MY.ID, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih berpeluang membatalkan izin penggunaan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu – Tanah Abang bagi pengguna sepeda balap atau road bike.

Bacaan Lainnya

“Jadi terkait road bike itu semua kan masih dalam proses belum menjadi keputusan,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (11/6/2021) malam.

Pernyataan itu disampaikan Ariza -sapaan akrab Riza Patria- untuk menyikapi protes komunitas sepeda Bike to Work (B2W) Indonesia. B2W menilai kebijakan tersebut melanggar peraturan.

“Ini baru dalam rapat-rapat pembahasan antar Dishub DKI Jakarta Kapolda Metro, Dinas Kesehatan, Satpol PP, komunitas sepeda dan lain sebagainya. Pak Gubernur, kami Pemprov belum mengambil keputusan terkait kebijakan road bike,” tuturnya.

Ariza meminta masyarakat untuk menunggu hasil keputusan terkait jalur khusus road bike di atas JLNT. Pihaknya terbuka kepada semua masukan masyarakat. Termasuk menampung aspirasi kelompok masyarakat yang keberatan dengan rencana pemakain JLNT sebagai jalur khusus road bike.

“Masih dalam proses uji coba, jadi mohon semuanya bersabar justru sekarang waktu yang baik bagi kita untuk saling memberikan masukan, memberikan saran maupun kritik, rekomendasi silakan, semua komunitas apa pecinta road bike apa non road bike atau komunitas lain silahkan berikan masukan,” tandasnya.

Sebelumnya, Komunitas sepeda Bike to Work (B2W) Indonesia mengecam kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka jalur khusus sepeda balap atau road bike di Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu – Tanah Abang.

Ketua B2W Poetoet Soedarjanto mengatakan, penggunaan jalan layang sebagai jalur khusus road bike tidak punya landasan hukum yang jelas. Keputusan itu malah menabrak peraturan sebelumnya.

“Kebijakan harus diberlakukan dengan prinsip kesetaraan dan proporsional sehingga semua jenis moda transportasi harus diperlakukan sama dan setara di jalan raya,” kata Poetoet.

Menurut Poetoet penggunaan JLNT Kampung Melayu – Tanah Abang selama ini dilarang untuk jenis kendaraan roda dua. Hal ini kata dia berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Pasal 287 ayat 1 dan 2, dijelaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dan melanggar aturan rambu bisa didenda Rp500.000 atau penjara paling lama dua bulan.

“Bahkan penilangan terhadap pelanggaran tersebut sudah rutin dilakukan, namun dengan adanya aturan baru yang tidak ada landasan hukumnya memperbolehkan sepeda (road bike) melintas, ini justru menimbulkan konflik sosial baru, bahkan punya akses terhadap negatifnya pesepeda,” tegas Poetoet.[]





Sumber : https://RRI.MY.ID/anies-berpeluang-batal-izinkan-road-bike-bisa-melintas-di-jlnt-kampung-melayu-tanah-abang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *