Sangat Disesalkan, Banyak Guru Justru Menolak Divaksinasi


KBRN, Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyayangkan masih adanya sebagian guru dan tenaga kependidikan yang sebenarnya menjadi kelompok yang diprioritaskan pemerintah, justru menolak divaksinasi Covid-19.

Direktur Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kemendikbudristek, Mulyatsyah, mengatakan, berbagai penolakan tersebut lantaran masih banyaknya guru dan tenaga kependidikan yang mempercayai berbagai berita bohong atau hoaks terkait vaksin Covid-19.

Direktur SMP Kemendikbudristek, Mulyatsyah (Dok. RRI)

“Cuma barangkali ada stigma yang terjadi di lingkungan sebagian kecil kita bahwa takut dan seterusnya, kita yakinkan bahwa vaksinasi ini adalah ikhtiar kita,” kata Mulyatsyah dalam Diskusi Publik yang diselenggarakan FSGI secara virtual dengan tajuk “Kelayakan PTM Terbatas di Tahun Ajaran 2021/2022”, seperti diikuti RRI.co.id, Senin (7/6/2021).

Mulyatsah pun meminta para guru dan tenaga kependidikan untuk tidak menolak divaksin jika tidak memiliki riwayat kesehatan yang menghalangi untuk divaksin.

Sebab, lanjut Mulyatsah, vaksinasi menjadi salah satu syarat untuk pembukaan tatap muka (PTM) terbatas di masa pandemi Covid-19. 

“Tentu kita harap tidak ada penolakan, kami di Kemdikbud termasuk saya sudah divaksin Alhamdullilah tidak ada dampak apa-apa ini membuktikan bahwa kita sehat-sehat saja,” ujar Mulyatsah.

Secara nasional, jumlah guru dan tenaga pendidik yang sudah divaksin dosis pertama sudah 1.699.644 orang (28 persen), sementara yang sudah tuntas mendapat dosis kedua sejumlah 1.070.558 orang, artinya baru sekitar 20 persen yang tuntas divaksin.

Dengan kondisi ini, Mendikbudristek Nadiem Makarim menyebut target untuk memvaksin total 5.058.582 guru dan tenaga pendidik kemungkinan baru bisa terealisasi pada akhir Juli atau Agustus 2021. (Miechell Octovy Koagouw)





Sumber : https://rri.co.id/go/sqScxRc

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *