Pengusaha Uang Kripto Gelapkan Nasabah Rp20 Miliar


KBRN, Tangerang: Nama Timothy Tandiokusuma belakangan cukup menjadi sorotan. Hal itu terjadi usai seorang warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, melaporkan pengusaha muda asal Surabaya itu ke Polres Tangerang Selatan atas dugaan penipuan/penggelapan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Tidak tanggung-tanggung, korban yang diketahui berinisial SF mengaku menderita kerugian hingga mencapai Rp20 miliar. Pengusaha muda itu pun dituntut hukuman delapan tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar dalam sidang pembacaan tuntutan yang digelar Kamis (3/6) kemarin. 

“Saya sudah lama mengelola mata uang kripto, selama ini saya pribadi satu tahun terakhir saya untung, saya saat ini punya perusahaan H.O.P di Jakarta, saya mengelola dana dari teman-teman untuk usaha uang kripto,” Timothy kepada SF saat diliput rri.co.id, Senin (7/6/2021).

Dalam surat dakwaan No. Reg. Perk. :PDM-24/M.6.16/Eoh.2/02/2021 tertulis, sejak 2018 SF mengenal Timothy. Ia percaya menginvestasikan uangnya hingga mencapai Rp13,2 miliar pada Timothy karena cerita kesuksesannya.

“Baik secara pribadi, maupun bersama perusahaan private equity yang ia bangun, Black Boulder Capital (BBC). Salah satun kisah yang kerap diceritakan adalah tentang keberhasilannya mengelola investasi uang kripto,” jelasnya.

Cerita sukses Timothy tidak serta merta membuat SF percaya. Sebelumnya ia juga sudah mencari tahu tentang rekam jejak Timothy di media massa. Namun, yang disajikan di media massa kala itu tidak jauh berbeda dengan apa yang ia dengar dari Timothy sendiri. 

Yang cukup membuat SF sedikit tenang kala itu, Timothy memiliki keluarga yang cukup sukses juga di Surabaya, tanah kelahirannya. Rekan-rekan SF mengenali Timothy sebagai putra dari Tan Aditya Tandiokusuma, pengusaha property sukses yang telah membangun beberapa perumahan kelas atas di Surabaya. Kepada SF Timothy juga mengakui hal itu.

“Keluarga ibu saya yang punya, jadi tenang saja, asset keluarga saya bisa menutupi semuanya (nilai investasi SF, Red) kalau ada apa-apa. David widodo itu adalah paman saya. Dan widodo itu adalah nama keluarga saya dan nama kakek saya. Mudah untuk cari keluarga saya di Surabaya,” jelasnya.

Mendengar cerita dan pengakuan langsung dari Timothy yang telah dituangkan dalam surat Dakwaan, SF mengaku heran, mengapa kuasa hukum Timothy sampai tidak mengenali kalau kliennya adalah orang yang sama dengan Timothy yang ia kenal selama ini.    

“Makanya saya heran kok pengacaranya tidak mengenal kliennya sendiri. Timothy Tandiokusuma yang saya kenal itu yah CEO-nya Black Boulder Capital. Orang yang sama. Padahal di media massa kan sudah banyak beritanya. Di Youtube juga ada wawancara dia. Kalo gak salah judulnya ‘Anak Rantau yang punya 15 perusahaan, dan asset Rp1 triliun loh,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, sidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan, serta pencucian uang yang menjerat Direktur PT Berjalan Bersama Cahaya (BBC), Timothy Tandiokusuma kembali digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (3/6/2021). 

Dalam sidang pembacaan tuntutan dengan Surat Dakwaan No. Reg. Perk:PDM-24/M.6.16/Eoh.2/02/2021 kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Desti Novita menyebut, bila terdakwa Timothy Tandiokusuma terbukti secara hukum melakukan penggelapan dan pencucian uang milik korban berinisial SF senilai kurang lebih Rp20 Miliar. Untuk itu, Timothy dituntut hukuman delapan tahun penjara serta denda sebesar Rp1 Miliar.

Menanggapi tuntutan JPU, Kuasa Hukum terdakwa Timothy Tandio kusuma, Sumarso SH mengatakan, pihaknya baru akan menyampaikan tanggapannya dalam persidangan yang dijadwalkan Rabu (16/6/2021) pekan depan. 





Sumber : https://rri.co.id/go/XXrS0UN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *