Kemkominfo-Telkom Koordinasi Soal Gangguan Telekomunikasi di Papua


KBRN, Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) terus melakukan koordinasi rutin dengan PT Telkom dalam upaya penanganan dan pemulihan jaringan di wilayah terdampak putusnya kabel bawah laut ruas Biak-Jayapura, Papua.

Menkominfo, Johnny G. Plate mengungkapkan, selain itu pihaknya juga telah mengirimkan surat kepada PT Telkom untuk memberikan penjaminan perlindungan bagi konsumen yang terdampak.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari PT Telkom, telah dilakukan langkah mitigasi langsung melalui aktivasi jaringan backup secara bertahap, dimulai dari layanan suara hingga layanan data yang menyesuaikan ketersediaan bandwidth,” ungkapnya saat konferensi pers terkait gangguan sistem komunikasi di beberapa wilayah Papua di Kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Senin (7/6/2021).

Johnny menyebutkan, pada 17 Mei 2021 lalu, jaringan pendukung tersebut telah mencapai total kapasitas 4,7 Gbps, ditunjang oleh pemanfaatan link satelit sebesar 2.662 Mbps, radio long haul Palapa Ring Timur sebesar 500 Mbps, dan radio long haul Sarmi-Biak sebesar 1.600 Mbps.

“Untuk mengamankan kualitas layanan pada saat proses penyambungan, Telkom juga menyediakan backup link khususnya untuk wilayah Manokwari dan Biak sebesar 40 Gbps melalui Palapa Ring Timur,” ujarnya.

Johnny mengatakan, sebagai upaya pemulihan jangka pendek terhadap kabel ruas Biak-Jayapura yang terputus, proses penyambungan kabel dan identifikasi penyebab putusnya kabel telah diusahakan sejak 1 Mei 2021 dengan menggunakan kapal khusus.

Berdasarkan informasi per Senin (7/6/2021) ini, lanjut Johnny, penurunan kabel mengalami keterlambatan dari target awal, yaitu Minggu (6/6/2021).

“Hal ini disebabkan oleh faktor cuaca, yaitu adanya Siklon Tropis Choi-Wan di sekitar Samudera Pasifik sebelah utara Papua Barat-Papua sehingga menurunkan kecepatan kapal 5-7 Knots dari kecepatan normal 9 Knots dan menyebabkan delay,” katanya.

Sebagai upaya mitigasi jangka panjang, Johnny menambahkan, PT Telkom telah memulai pembangunan jalur baru kabel bawah laut Jayapura-Sarmi-Waisai sepanjang 1.141 kilometer.

“Kementerian Kominfo juga akan terus mengawal dan membangun infrastruktur, baik kabel serat optik hingga Base Transceiver Stations (BTS) untuk memperkuat sistem telekomunikasi di Indonesia,” ungkapnya.

Seperti diketahui, sejak kejadian putusnya kabel bawah laut ruas Biak-Jayapura pada Jumat (30/4/2021) tersebut, jalur komunikasi di Papua memang sempat terganggu.

Terkait pemulihan layanan di Jayapura, PT Telkom telah mengirimkan Cableship DNEX Pacific Land (DPL) yang akan melakukan penyambungan kabel laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak-Jayapura.

Hingga saat ini, proses pemulihan pun masih terus berlangsung.





Sumber : https://rri.co.id/go/Lprq3ks

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *