Sadis! Pemuda Pemabuk Bunuh Lalu Perkosa Mayat Tukang Sayur

  • Whatsapp


 

– Pemuda pemabuk bernama Aris (26) memperkosa mayat tukang sayur berinisial MA (43). Pemuda pemabuk memperkosa mayat MA setelah mencekiknya hingga tewas.

Pemuda pemabuk itu melakukan tindakan keji tersebut di Jalan Kandang Sapi, Kampung Kayu Areng, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang pada Kamis (11/2/2021).

Pemuda pemabuk yang merupakan residivis kasus penganiayaan ini mengaku kejadian bermula saat dia sedang pesta mimuman keras atau miras bersama teman-temannya di gubuk tengah rawa. Dia pesta miras dari sore hingga malam.

Saat miras habis, Aris mengajak salah satu temannya mencari tambahan. Ternyata, pencarian itu tidak membuahkan hasil dan mereka kembali ke gubuk tengah rawa.

Saat itu, MA melintas perlahan menggunakan sepeda motor dan hendak ke pasar. Dia berjalan pelan karena kondisi jalan yang rusak.

Tanpa basa-basi, Aris langsung menghentikan MA. Dia langsung mencekik MA yang sedang berada di atas sepeda motor hingga terjatuh.

Dia kemudian mencekik korban kembali sampai tewas. Setelah itu, jasad MA langsung diperkosa Aris.

Usai melakukan aksinya Aris ditangkap di sebuah gubug di Kawasan Langgeng Sahabat tepatnya di Kampung/Desa Julang, Kecamatan Cikande.

Aris dilumpuhkan dengan timah panas karena melakukan perlawanan dan melarikan diri.

“Alhamdulillah berkat doa serta dukungan masyarakat, kasus pembunuhan Marsah ini bisa diungkap oleh tim satreskrim dalam waktu yang terbilang singkat dan cepat,” ungkap Kapolres Serang AKBP Mariyono dilansir dari bantennews.co.id  — jaringan RRI.MY.ID, Jumat (12/2/2021).

Polisi menemukan sejumlah celana dalam perempuan di tempat persembunyian Aris. Pihaknya akan mendalami kondisi psikologis pelaku.

Polsii juga mengamankan sejumlah barang bukti atas peristiwa tersebut. Yakni, 1 unit motor Honda Scoopy berikut stnk dan kunci, 1 potong baju daster, BH, korset hitam, celana panjang merah, sepasang sendal slop, 1 buah kerudung, sandal, masker serta 1 tas selempang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *